UNICEF: Perkuat Imunisasi untuk Pulihkan Cakupan Kesehatan Anak Maluku
Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Kepala Perwakilan UNICEF Ambon, Dr. Henki Widjaja, PhD, menyampaikan apresiasi dan komitmen lembaganya dalam peringatan Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Taman Pattimura, Sabtu (9/5). Ia menekankan bahwa acara ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali tanggung jawab bersama dalam memastikan setiap anak mendapatkan hak perlindungan kesehatan melalui imunisasi.
“Imunisasi adalah hak wajib anak dan tanggung jawab pemerintah serta seluruh elemen masyarakat. Kita harus terus mengingatkan dan meningkatkan kesadaran agar pelaksanaannya berjalan optimal,” ujar Henki. Ia juga mengapresiasi narasi lugas dan logis yang disampaikan para rohaniawan, serta materi edukatif dari Kementerian Kesehatan yang ditayangkan dalam acara tersebut.
Henki mengungkapkan bahwa Indonesia pernah mencapai cakupan imunisasi anak sebesar 95 persen, namun angka tersebut menurun dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyoroti bahwa pandemi COVID-19 menjadi momen krusial di mana layanan kesehatan tidak berjalan maksimal dan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi menurun akibat informasi keliru. Meski berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan berbagai pihak pasca-pandemi, cakupan imunisasi di Indonesia masih berada di bawah target yang diharapkan.
“Kita masih dalam perjuangan serius untuk kembali mencapai angka yang diinginkan. Maluku adalah salah satu provinsi yang pernah mencatat cakupan imunisasi tinggi, dan kami yakin hal itu bisa terwujud kembali,” ungkapnya. Ia juga menyambut baik strategi inovatif yang dirancang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, dr. Elna. Sitourisme Anakotta, Sp.M, yang mencakup pembentukan data terpusat, respon cepat ke wilayah terpencil, dan penerapan teknologi telemedisin. Henki menilai langkah-langkah ini sangat tepat untuk mengatasi tantangan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Terkait komitmen UNICEF di Maluku, Henki mengumumkan perluasan operasional lembaganya di provinsi ini mulai tahun 2026 hingga 2030. Dukungan akan difokuskan pada sektor kesehatan, gizi, pendidikan, perlindungan anak, air dan sanitasi, serta advokasi kebijakan sosial dan bantuan keluarga miskin. Langkah ini diambil mengingat populasi muda di Maluku mencapai sekitar 700 ribu jiwa atau 40 persen dari total penduduk, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Selain itu, Henki memuji kemampuan dan kepercayaan diri anak-anak Maluku yang tampil dalam berbagai kegiatan pendukung acara, seperti lomba bercerita yang diikuti 36 peserta. Ia juga menyoroti potensi ketua Forum Anak Maluku yang terpilih, yang pernah mengikuti pertukaran pelajar ke Amerika dan terlibat dalam kegiatan isu lingkungan bersama UNICEF.
“Banyak contoh luar biasa dari anak-anak di Maluku yang bisa kita banggakan. Mereka adalah gambaran potensi besar yang kita miliki,” tegasnya.
Henki menegaskan komitmen UNICEF dengan menyampaikan tagline lembaganya: “Tidak ada anak satupun yang tertinggal”. Ia berjanji akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan hak anak-anak terpenuhi, terlindungi, dan kesejahteraannya terjamin.
“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan dan pihak yang telah bekerja keras menyukseskan Pekan Imunisasi Dunia ini. Kami berharap bersama-sama kita bisa memastikan setiap anak di Maluku mendapatkan imunisasi yang lengkap dan berkualitas,” pungkasnya.
(M.N)

























Komentar via Facebook