Kapolres Fakfak: Polisi Hadir Bukan Sekadar Menjaga, tapi Memastikan Warga Beribadah dengan Tenang
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Ketika azan Jumat memanggil jamaah untuk meninggalkan sejenak kesibukan dunia, sejumlah personel Polres Fakfak justru mulai menempati posisi mereka di sekitar masjid. Bukan untuk mengambil ruang dalam kekhusyukan ibadah, melainkan memastikan warga dapat menjalankan kewajibannya tanpa gangguan.
Pesan itu menjadi bagian penting dari pengamanan Shalat Jumat yang digelar Polres Fakfak melalui kegiatan Strong Point pada Jumat, 25 September 2026. Sejak sekitar pukul 11.00 WIT hingga rangkaian ibadah selesai, personel kepolisian ditempatkan di tujuh masjid yang menjadi titik pengamanan.
Tujuh lokasi tersebut yakni Masjid Almunawarah, Masjid Agung Baitul Makmur, Masjid Jami Kota, Masjid At-Tarbiyah, Masjid Al Hilal Tanjung Wagom, Masjid Al Anshor Jalan Baru, dan Masjid Jabal Nur Jalan Kokas.
Kapolres Fakfak AKBP Naim Ishak, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran polisi di sekitar tempat ibadah merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Bagi dia, pengamanan tidak berhenti pada upaya mencegah gangguan keamanan, tetapi menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat: merasa aman ketika menjalankan ibadah.
“Kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan sekaligus menciptakan rasa aman bagi masyarakat.”
Pernyataan itu memberi makna lebih luas terhadap pola pengamanan yang dilakukan jajarannya. Polisi tidak harus selalu hadir dalam situasi genting untuk disebut menjalankan tugas. Dalam suasana yang tenang sekalipun, kehadiran aparat tetap dibutuhkan untuk memastikan ketenangan tersebut terjaga.
Di lapangan, personel tidak hanya melakukan penjagaan. Mereka turut memantau lingkungan sekitar masjid, membantu mengatur arus kendaraan, serta mengantisipasi kepadatan aktivitas masyarakat menjelang dan setelah pelaksanaan Shalat Jumat.
Pendekatan yang digunakan pun diarahkan secara humanis. Jamaah dan masyarakat di sekitar lokasi diimbau bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan demikian, pengamanan tidak tampil sebagai sekadar barisan aparat, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa keamanan tempat ibadah merupakan tanggung jawab semua pihak.
Pengamanan tersebut dipimpin Padal Ps. Kasubbagkerma Bag Ops Polres Fakfak Iptu Melky P., S.H., M.H., dengan personel yang telah ditempatkan pada masing-masing titik.
Hingga seluruh rangkaian Shalat Jumat berakhir, situasi di tujuh lokasi pengamanan dilaporkan aman dan kondusif. Tidak terdapat gangguan Kamtibmas yang menonjol. Jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan lancar.
Bagi Polres Fakfak, situasi aman itu justru menjadi ukuran keberhasilan pengamanan. Polisi tidak perlu menjadi pusat perhatian ketika masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
Di situlah makna Jumat Berkah yang dibawa Polres Fakfak menemukan bentuknya: hadir ketika diperlukan, bekerja tanpa banyak suara, lalu memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya dengan rasa aman.
Sebab, bagi pelayanan kepolisian, keberhasilan bukan selalu tentang seberapa besar peristiwa yang mampu ditangani. Kadang ukurannya jauh lebih sederhana ketika seorang jamaah dapat memasuki masjid, menunaikan ibadah, lalu pulang ke rumah dengan perasaan bahwa negaranya hadir menjaganya.
Writter : Humas Polres | Editor : Den

























Komentar via Facebook