Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon: Wali Kota Bodewin Wattimena Bersinergi, Berinovasi, Lahirkan Solusi Nyata untuk Ambon Manise

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 06 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dies Natalis ke-39 Politeknik Negeri Ambon: Wali Kota Bodewin Wattimena Bersinergi, Berinovasi, Lahirkan Solusi Nyata untuk Ambon Manise

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Politeknik Negeri Ambon (Polnam) merayakan Dies Natalis ke-39 dengan tema "Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, dan Berdaya Saing", Senin (5/10/2026) di Kampus Politeknik Negeri Ambon. Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., hadir sekaligus memberikan sambutan, menegaskan Polnam bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan mitra strategis pembangunan Kota Ambon.

Polnam resmi berdiri pada 5 Oktober 1987 sebagai lembaga pendidikan vokasi pertama di Maluku. Perjalanan 39 tahun bukan waktu singkat — ini adalah bukti ketahanan, kemajuan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan SDM di bumi Maluku. Usia 39 tahun adalah masa produktif, di mana seluruh potensi terbaik harus ditunjukkan untuk menjawab tantangan zaman.

"Dies Natalis ke-39 bukan sekadar peringatan usia. Ini momen refleksi: apa yang sudah dicapai, apa yang harus diperbaiki, dan tanggung jawab apa yang masih harus diemban ke depan," tegas Wali Kota.

Tema Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, Berdaya Saing dipilih bukan tanpa alasan. Di tengah transformasi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, perubahan iklim, serta perubahan sosial-ekonomi yang cepat, Polnam dituntut:

-Pendidikan — lahirkan SDM berkualitas, siap kerja, dan berdaya saing tinggi

-Penelitian — hasilkan riset, teknologi, dan inovasi yang berguna bagi masyarakat

-Pengabdian — pastikan ilmu dan keterampilan hadir untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan

Wali Kota menyoroti kerja sama konkret yang telah terjalin, seperti di Desa Tawiri dan Rutong. Kini, Pemkot Ambon bersama Polnam dan Universitas Katolik Pattimura tengah berupaya mengembangkan mesin pengolah sampah skala lingkungan — ditargetkan satu mesin untuk setiap 20 rumah, agar sampah terkelola dari sumbernya.

"Sampah hal sepele, tapi jika tak dikelola jadi masalah luar biasa. Kami butuh Polnam untuk menghasilkan inovasi itu. Jika berhasil, ini akan menjadi warisan abadi Polnam — yang kelulu orang sebut: 'Itu karya Politeknik Negeri Ambon!'" ujar Bodewin dengan penuh harap.

Pemkot Ambon membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan Polnam, Unpatti, UKIM, dan seluruh perguruan tinggi di Ambon untuk bersama-sama menyelesaikan berbagai persoalan kota:

-Persampahan dan lingkungan hidup

-Kemacetan, banjir dan longsor

-Akses air bersih

-Penataan kawasan kumuh

-Transformasi digital menuju Ambon Smart City

-Penguatan UMKM

-Peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja bagi pemuda

"Mari bangun laboratorium kolaborasi. Setiap perguruan tinggi punya kelebihan dan kekurangan saling melengkapi, bukan saling bersaing. Polnam ada 'Negeri Ambon' di namanya — itu kebanggaan kita semua," tegas Wali Kota.

Acara ditutup dengan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur, Wakil Direktur, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh mahasiswa Polnam. Semoga di usia ke-39, Polnam semakin kokoh, berinovasi, dan memberi dampak nyata bagi Maluku dan Indonesia Timur.

(M.N)