GOW Buru Dikukuhkan, Wenda Notanubun Tekankan Kekuatan Perempuan: Jangan Berjalan Sendiri
GOW Buru Dikukuhkan, Wenda Notanubun Tekankan Kekuatan Perempuan: Jangan Berjalan Sendiri
BURU, Kabarsulselindonesia.web.id — Pelantikan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Buru masa bakti 2026–2029 tidak hanya menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut membawa pesan penting tentang pentingnya solidaritas perempuan, kekuatan keluarga, serta kontribusi kaum perempuan dalam mendukung pembangunan daerah.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru Adri Notanubun, S.H., M.H., didampingi sang istri, Wenda Notanubun/Pondaag, turut menghadiri pelantikan pengurus GOW Kabupaten Buru yang berlangsung di Namlea, Selasa (8/9/2026).
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan organisasi perempuan di Kabupaten Buru. Dalam kegiatan tersebut, perhatian tidak hanya tertuju pada pergantian kepengurusan, tetapi juga pada bagaimana organisasi perempuan dapat mengambil peran lebih nyata di tengah masyarakat.
Wenda Notanubun/Pondaag menilai keberadaan organisasi perempuan memiliki arti penting karena menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat komunikasi, sekaligus mendorong perempuan agar lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan.
Menurutnya, kaum perempuan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi dan semangat saling menopang menjadi modal penting agar berbagai tugas dan pelayanan dapat dijalankan secara maksimal.
“Kegiatan kaum ibu-ibu itu sangat penting. Tentunya kita tetap harus saling bahu-membahu dalam tugas dan pelayanan,” ujar Wenda.
Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dalam keluarga, khususnya antara istri dan suami. Baginya, keberhasilan seseorang dalam menjalankan tugas tidak terlepas dari dukungan moral keluarga.
“Kita juga harus memberikan support kepada suami. Kita harus saling mendukung dan menjunjung tugas serta tanggung jawab yang dijalankan,” katanya.
Perempuan Harus Berani Ambil Peran
GOW Kabupaten Buru diharapkan tidak berhenti sebagai organisasi yang aktif dalam kegiatan seremonial. Kehadiran organisasi tersebut perlu diterjemahkan ke dalam program yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
Karena itu, penguatan organisasi perempuan harus diarahkan pada kerja nyata, pemberdayaan, kepedulian sosial, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi lintas organisasi.
Perempuan tidak cukup hanya hadir. Perempuan harus diberi ruang untuk berbuat, bersuara, dan memberikan kontribusi.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tuntutan pembangunan daerah yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pelantikan pengurus GOW Kabupaten Buru pun diharapkan menjadi awal bagi lahirnya gerakan perempuan yang lebih solid dan produktif, dengan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap masyarakat.
Pada akhirnya, kekuatan sebuah organisasi bukan hanya diukur dari banyaknya anggota atau kemeriahan kegiatan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
GOW Buru diharapkan mampu membuktikan bahwa perempuan bukan sekadar pendamping dalam pembangunan, melainkan salah satu kekuatan penting yang ikut menentukan arah perubahan daerah.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook