Wawali Ambon Buka Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau: Teguhkan Semangat "City of Music" UNESCO

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 10 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wawali Ambon Buka Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau: Teguhkan Semangat

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta secara resmi membuka Lomba Festival Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Taman Budaya Karang Panjang, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Ambon merawat gelar Kota Musik yang dianugerahkan UNESCO.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku, Perwakilan PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Perwakilan TP PKK Kota Ambon, Perwakilan Bank Indonesia, Camat Sirimau, serta seluruh Lurah se-Kecamatan Sirimau.

Dalam sambutannya, Ely Toisuta mengingatkan bahwa penetapan Ambon sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO dengan predikat City of Music bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan musik bagi generasi penerus.

"Di Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah napas kehidupan, ekspresi budaya, perekat kebersamaan, dan jembatan yang meruntuhkan sekat perbedaan. Salah satu bukti nyata kedekatan itu adalah alat musik Jukulele yang membawa nilai kebersamaan, kreativitas, dan warisan budaya luhur kita," tegas Ely.

Ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia yang terus membuka ruang bagi anak muda dan masyarakat untuk mengekspresikan bakat melalui seni musik. Terkait pelaksanaan festival ini, Wakil Wali Kota menegaskan makna yang lebih dalam dari sekadar perlombaan.

"Kecamatan Sirimau adalah pusat denyut nadi pemerintahan, perdagangan, pendidikan, sosial dan budaya di Ambon. Karena itu, festival ini bukan sekadar mencari siapa yang paling jago. Ini adalah ruang silaturahmi, ruang berkarya, dan sarana memperkokoh persatuan," ujarnya.

Ely juga mengajak seluruh elemen masyarakat mewujudkan tiga tujuan utama pelaksanaan festival ini:

1. Menguatkan Kreativitas Lokal: Jadikan ajang ini wadah melahirkan karya-karya baru, jangan takut berekspresi karena dari sinilah potensi musisi muda Ambon tumbuh;

2. Mempererat Persaudaraan: Di tengah perbedaan latar belakang, tetaplah satu sebagai warga Ambon. Musik adalah bahasa persatuan yang tak terpisahkan;

3. Menggerakkan Ekonomi Warga: Kegiatan seni harus membawa manfaat nyata, memberi ruang bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil untuk tumbuh bersama.

Kepada seluruh peserta, Ely berpesan untuk tampil jujur, sportif, dan menikmati setiap proses. "Kemenangan bukan hanya soal piala, tapi keberanian tampil, kesempatan belajar, dan pengalaman bersama. Mari kita buktikan bahwa musik Ambon tak hanya menghibur, tapi menyatukan perbedaan, menyebarkan damai, dan bergema hingga ke mancanegara," tandasnya.

Di akhir sambutan, Ely menyampaikan apresiasi mendalam kepada PT PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara serta Kemenkumham Maluku yang telah mendukung kegiatan ini sekaligus memberi perhatian khusus bagi pelaku UMKM. Ia berharap kepedulian ini terus berlanjut agar lebih banyak pelaku usaha kecil merasakan manfaat dari setiap kegiatan pembangunan di Kota Ambon.

(M.N)