Kolonel Johanis Tethool Pimpin Korem 182/JO, Pangdam Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian kepada Rakyat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kolonel Johanis Tethool Pimpin Korem 182/JO, Pangdam Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian kepada Rakyat

Manokwari, KabarsulselIndonesia.web.id | Tongkat kepemimpinan Korem 182/Jazira Onim resmi berpindah dari Kolonel Inf. Irwan Budiana kepada Kolonel Inf. Johanis Victorianus Tethool, S.Sos. Pergantian ini menandai babak baru kepemimpinan satuan teritorial TNI Angkatan Darat yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Papua Barat.

Serah terima jabatan tersebut berlangsung dalam upacara yang dipimpin Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru di Aula Makodam XVIII/Kasuari, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan itu dirangkaikan dengan tradisi satuan pejabat utama serta alih komando dan pengendalian (alih kodal) satuan jajaran Kodam XVIII/Kasuari.

Pergantian pucuk pimpinan Korem 182/JO bukan sekadar peralihan jabatan. Momentum ini menjadi bagian dari dinamika organisasi TNI AD untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, memperkuat pembinaan personel, dan memastikan pelaksanaan tugas satuan tetap berjalan secara profesional.

Dalam amanatnya, Pangdam XVIII/Kasuari menempatkan pengabdian sebagai salah satu fondasi utama kepemimpinan militer. Ia menyampaikan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi yang telah diberikan serta berharap pengalaman selama bertugas menjadi bekal untuk melanjutkan pengabdian di tempat penugasan berikutnya.

“Atas nama pribadi dan selaku Pangdam XVIII/Kasuari, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para pejabat lama atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan. Apa yang telah dilakukan menjadi bagian dari perjalanan Kodam XVIII/Kasuari,” kata Christian.

Pangdam juga mengingatkan bahwa perpindahan penugasan tidak menghapus ikatan persaudaraan yang telah terbentuk selama menjalankan tugas. Setiap prajurit, menurut dia, tetap membawa nama baik satuan dan tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi di mana pun bertugas.

Kepemimpinan Baru, Tanggung Jawab Berlanjut

Bagi Kolonel Inf. Johanis Victorianus Tethool, amanah memimpin Korem 182/JO menjadi tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan program dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas satuan. Profesionalisme, disiplin, dan kesiapan prajurit menjadi unsur penting dalam menghadapi dinamika keamanan serta kebutuhan masyarakat di wilayah teritorial.

Pangdam menekankan agar pejabat baru menjalankan kepercayaan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Kepemimpinan, dalam konteks organisasi militer, tidak hanya menyangkut kewenangan mengambil keputusan, tetapi juga kemampuan menjaga soliditas, membangun keteladanan, dan memastikan setiap prajurit memahami tugasnya.

Pesan itu relevan bagi satuan teritorial yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan tugas tidak hanya diukur dari kesiapan organisasi, tetapi juga dari kemampuan prajurit menjaga kepercayaan publik, membangun komunikasi yang baik, dan hadir secara tepat dalam kehidupan masyarakat.

Dalam amanat yang sama, Pangdam mengingatkan seluruh satuan yang mengalami alih kodal agar tetap menjaga loyalitas, soliditas, dan kepatuhan terhadap mekanisme komando. Perubahan struktur organisasi, tegasnya, tidak boleh mengurangi semangat maupun kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas.

“Jangan sampai perubahan organisasi mengurangi semangat, kesiapan, atau kinerja prajurit. Alih kodal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarsatuan, meningkatkan profesionalisme, dan mendukung keberhasilan tugas Kodam XVIII/Kasuari,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Menjaga Kehormatan Prajurit dan Kepercayaan Masyarakat

Selain menekankan profesionalisme, Christian mengingatkan prajurit untuk menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun organisasi. Setiap personel diminta berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kehormatan institusi tidak hanya dibangun melalui kemampuan menjalankan tugas, tetapi juga melalui disiplin, integritas, dan perilaku prajurit dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Di tengah tuntutan tugas yang terus berkembang, kepemimpinan satuan teritorial memerlukan konsistensi dalam menjaga kesiapan personel sekaligus membangun hubungan yang konstruktif dengan masyarakat. Kepercayaan publik menjadi unsur penting yang perlu dirawat melalui tindakan nyata, sikap profesional, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Dengan resmi menjabat sebagai Danrem 182/JO, Kolonel Inf. Johanis Victorianus Tethool melanjutkan tanggung jawab kepemimpinan yang sebelumnya diemban Kolonel Inf. Irwan Budiana. Pergantian ini diharapkan memperkuat kesinambungan pelaksanaan tugas Korem, meningkatkan profesionalisme prajurit, serta menjaga hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah kepemimpinan tidak berhenti pada prosesi serah terima jabatan. Ukurannya terletak pada konsistensi menjalankan amanah, kemampuan menjaga soliditas satuan, dan kontribusi nyata bagi keamanan serta kehidupan masyarakat.

Bagi Korem 182/JO, pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum untuk meneruskan pengabdian sekaligus memperkuat komitmen bahwa profesionalisme prajurit dan kedekatan dengan rakyat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas TNI di wilayah Papua Barat.

 

Writter: Humas Korem | Editor: Den