SPBU 64.788.16 Sungai Laur diduga Ubah BBM Bersubsidi menjadi Industri, di Paksok ke Perusahan Perkebunan, Tambang dan Peti Illegal
Ketapang, Kabar Sulsel Indonesia.com. Ketapang Kalimantan Barat
Baru-baru ini Video yang beredar di media sosial, menghebohkan warga Kalimantan Barat, Truk Tangki merah putih Pengankut Bahan Bakar minyak (BBM) Bersubsidi, yang di salin ke tangki Industri dan Pickup, membuat gaduh di jagat Maya
Mustakim Ketua Ikatan wartawan online Indonesia IWO I DPD kabupaten Ketapang, melakukan investigasi terhadap video yang beredar di berbagai media sosial tersebut,
Mustakim mencurigai beberapa pemilik SPBU di kabupaten Ketapang, antara lain SPBU Kecamatan Simpang Hulu (Balai Berkuak) SPBU kecamatan Simpang Dua dan SPBU Kecamatan Sungai Laur.
Berdasarkan laporan masyarakat dan pantau di lapangan yang sering melakukan penyimpangan dalam penyaluran Bahan Bakar minyak(BBM) Bersubsidi ada SPBU Kecamatan Simpang Dua dan SPBU Kecamatan Sungai Laur, jelas Mustakim
Setelah terpapar Spanduk atau baleho di SPBU 64.788.16 Sungai Laur, bertulisan SPBU dalam masa Pembinaan Pertamina Patra Niaga
Mustakim menyakini bahwa Video truk tangki merah putih yang menyalin BBM bersubsidi ke Truk tangki Industri, adalah BBM Bersubsidi milik SPBU 64.788.16 Sungai Laur.
SPBU 64.788.16 Sungai Laur, bukan baru ini terpantau kita, dalam dugaan penyalahan Gunaan BBM bersubsidi, beberapa waktu lalu pantau kita, mereka menggunakan truk sendiri dalam menjual BBM jenis pertalite ke kecamatan Sandai dan kecamatan Nanga Tayap. Ucap Mustakim
Mustakim mengetahui pemilik SPBU 64.788.16 sungai Laur, adalah Erwan, anak dari Ati pemili kafe dan Karoke Win one di jalan Budi Karya No. D1-D4, benua Melayu Darat. Kecamatan Pontianak, Kota Pontianak
Selain SPBU 64.788.16, Sungai Laur, Erwan Juga memiliki SPBU 66.788.14 3T di kecamatan Simpang dua kabupaten Ketapang, SPBU 66.788.14 kecamatan Simpang dua, kita pantau diduga juga Sering penyalah gunaan dalam penyaluran BBM Bersubsidi jenis pertalite dan bio solar
Senada di sampaikan salah satu pengguna BBM subsidi yang identitasnya minta di rahasiakan memaparkan pada wartawan bahwa,kalau SPBU 64.788.16 Sungai Laur menjual BBM jenis solar subsidi hanya sekali dalam 1 Minggu dan di jatah hanya 80 liter permobil namun kisaran 30 sampai 40 mobil penjualan di tutup.
"Jarang sekali dalam 1 Minggu ada penjual BBM jenis solar subsidi 2 kali di SPBU sungai Laur ini.katanya
Kami para supir dan pengguna BBM subsidi jenis solar berharap,agar pihak penegak hukum dan Pertamina bekerja dengan baik dan profesional dalam melakukan pemeriksaan dan tindakan Mafi BBM subsidi khusus di SPBU sungai laur dan umum nya di Kalimantan Barat ini.
Agar BBM subsidi benar benar bisa sampai dan diterima oleh pengguna tepat sasaran dan cukup literannya.tambahnya
SPBU 64.788.16 dari awal didirikan memenuhi syarat dukungan tanda Tangan Masyarakat sungai Laur,namun teganya pemilik SPBU menciderai koordinasi yang baik terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Semoga kedepannya siapapun yang menjadi pemilik dan pengurus SPBU di sungai laur dan di SPBU yang lain agar bekerja sesuai dengan peraturan Pertamina dan ketentuan pemerintah daerah setempat. tutup pengguna BBM
Sampai berita ini ditulis pihak Pertamina dak pemilik SPBU 64.788.16 belum menjawab konfir
Sukardi

























Komentar via Facebook