Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Maluku Barat Daya Tegaskan Komitmen "Polri untuk Masyarakat"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 02 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Maluku Barat Daya Tegaskan Komitmen

Tiakur, KabarsulselIndonesia.web.id |  Semangat pengabdian kepada bangsa dan masyarakat mewarnai peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Maluku Barat Daya di Lapangan Markas Komando Polres MBD, Tiakur, Rabu, 1 Juli 2026. Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional "Polri untuk Masyarakat", sebagai penegasan komitmen institusi kepolisian untuk terus meningkatkan pelayanan kepada publik.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIT itu dipimpin langsung oleh Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, selaku Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres membacakan amanat resmi Kapolda Maluku di hadapan Bupati Maluku Barat Daya, unsur DPRD, Forkopimda, jajaran TNI, Kejaksaan, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pelajar SMA di Tiakur yang turut mengikuti jalannya upacara.

Dalam amanatnya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Polri bukanlah rentang waktu yang singkat. Selama 80 tahun, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengemban amanah besar untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Tema "Polri untuk Masyarakat", menurut Kapolda, bukan sekadar slogan peringatan tahunan, melainkan refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Polri sekaligus komitmen untuk terus berbenah menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ia menekankan bahwa setiap anggota Polri sebagai Bhayangkara Negara dituntut memegang teguh nilai Rastra Sewakottama, yakni mengabdikan diri sepenuhnya kepada nusa dan bangsa dengan dedikasi, integritas, serta profesionalisme demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolda juga menyoroti posisi strategis Maluku sebagai daerah kepulauan yang dianugerahi kekayaan laut dan sumber daya alam yang melimpah. Keberagaman suku, adat istiadat, budaya, dan agama yang hidup berdampingan dalam semangat toleransi serta budaya Pela Gandong, menurutnya, merupakan modal sosial yang harus terus dijaga bersama.

"Kecintaan terhadap Maluku telah menyatukan hati dan pikiran kita untuk terus membangun daerah ini. Berbagai tantangan, mulai dari perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga keterbatasan sumber daya, harus dikelola secara bijaksana melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat," demikian isi amanat Kapolda.

Kapolda turut mengungkapkan rasa syukur karena situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Maluku secara umum masih berada dalam kondisi aman, kondusif, dan terkendali. Kondisi tersebut, katanya, merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat bersama aparat keamanan.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penegakan hukum yang profesional. Di saat yang sama, institusi kepolisian juga didorong untuk memperkuat pembinaan sumber daya manusia yang bermoral, modern, dan berintegritas, sehingga mampu menjawab harapan masyarakat terhadap pelayanan yang semakin berkualitas.

Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dengan media, akademisi, komunitas, serta seluruh lapisan masyarakat. Sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan para pemangku kepentingan juga harus terus diperkuat demi menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, sosok polisi masa depan adalah polisi yang mampu mendengar dan merespons aspirasi masyarakat, menghadirkan rasa aman di ruang digital, bekerja secara humanis, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam setiap pelaksanaan tugas.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda Maluku mengajak seluruh personel Polri menjadikan Hari Bhayangkara Ke-80 sebagai momentum memperkuat reformasi internal, meningkatkan profesionalisme, memperbaiki kualitas pelayanan publik, menjaga kepercayaan masyarakat, serta terus bekerja dengan hati demi menghadirkan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia.

Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi simbol tekad Polri untuk terus tumbuh sebagai institusi yang semakin dekat dengan masyarakat. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kehadiran Polri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga ketertiban, tetapi juga mitra masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan berkeadilan.

 

Writter : Ever Makupiola | Editor : Red