Menjemput Masa Depan Ekonomi Fakfak: Investasi Sawit Bomberay - Tomage Diuji dengan Data, Alam, dan Komitmen Adat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 16 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Menjemput Masa Depan Ekonomi Fakfak: Investasi Sawit Bomberay - Tomage Diuji dengan Data, Alam, dan Komitmen Adat

Lima Direktur Teknis Bersama PT. STM Agro Energi Turun Lapangan, Bupati Samaun Dahlan Tegaskan Fakfak Terbuka untuk Investasi Berkelanjutan


 

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di hamparan luas tanah Bomberay - Tomage, masa depan ekonomi Fakfak sedang dipetakan. Bukan sekadar membuka ruang investasi, tetapi memastikan setiap langkah pembangunan berdiri di atas data, kajian teknis, dan penghormatan terhadap nilai-nilai masyarakat adat.

Pemerintah Kabupaten Fakfak kembali memperkuat citranya sebagai daerah yang ramah investasi melalui observasi lapangan rencana pengembangan perkebunan sawit yang melibatkan jajaran teknis bersama PT. STM Agro Energi. Kehadiran tim ini menjadi bagian penting dari proses pematangan kerja sama investasi sebelum masuk pada tahapan pengembangan yang lebih luas.

Lima direktur operasional teknis turun langsung melihat kondisi lapangan, membaca potensi wilayah, serta memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung investasi  mulai dari lahan, tata air, infrastruktur, hingga konektivitas distribusi hasil produksi.

Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak memberikan dukungan terhadap setiap langkah investasi yang masuk, sepanjang berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, investasi bukan hanya tentang modal dan pembangunan fisik, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil serta menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, dan hak masyarakat adat.

“Kami mendukung proses observasi dan asesmen lapangan ini sebagai bagian dari upaya mempercepat investasi di Kabupaten Fakfak. Namun investasi harus berjalan terukur, menghormati hak masyarakat adat, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Samaun Dahlan.

Bagi Bupati, branding Fakfak sebagai daerah ramah investasi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan iklim usaha yang sehat, transparan, dan memiliki kepastian.
 

Membaca Tanah, Air, dan Masa Depan Industri

Dalam observasi lapangan tersebut, tim meninjau sejumlah titik strategis yang menjadi bagian dari rencana pengembangan kawasan investasi terpadu Bomberay - Tomage.

Lokasi yang dikunjungi meliputi kawasan Pabrik RSP, embung air, lahan potensial sawit, kebun plasma RSP, wilayah tapal batas, hingga kawasan Sungai Otoweri dan Tesha.

Kunjungan tersebut tidak hanya melihat kondisi fisik kawasan, tetapi juga melakukan kajian menyeluruh terhadap kesiapan ekosistem investasi.

Tim melihat langsung fasilitas pengolahan di Pabrik RSP sebagai bagian dari evaluasi kesiapan produksi dan konstruksi. Sementara peninjauan embung air menjadi perhatian penting untuk memastikan sistem tata kelola air mampu mendukung kebutuhan perkebunan, industri, dan kawasan permukiman.

Selain itu, pengembangan pelabuhan CPO juga menjadi bagian dari pembahasan strategis. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membuka jalur distribusi hasil produksi sehingga kawasan Bomberay - Tomage dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi baru.
 

PT. STM Agro Energi Pastikan Investasi Berbasis Kajian

Direktur ST International Corp., Kim Hyo Yeol, menyampaikan bahwa observasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan rencana investasi dibangun dengan fondasi yang kuat.

Menurutnya, perusahaan ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai regulasi serta memperhatikan kepentingan masyarakat adat dan kelestarian lingkungan.

“Kami ingin memastikan investasi ini dibangun berdasarkan data lapangan yang akurat, kesiapan infrastruktur, serta harmonisasi dengan hak masyarakat adat. Keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama agar manfaat investasi dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa rencana investasi tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan ekonomi daerah.
 

Kawasan Sawit Disiapkan Secara Terukur

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT, menjelaskan bahwa observasi lapangan merupakan tahapan krusial untuk memastikan seluruh aspek kawasan benar-benar siap sebelum investasi berjalan.

Ia menyebut berdasarkan rencana pengembangan kawasan sawit, luas Areal Penggunaan Lain (APL) yang dimohonkan mencapai sekitar 15.080,53 hektare.

Dari jumlah tersebut, rencana pengembangan terdiri dari:

? areal tanam inti sekitar 11.018,40 hektare;
? areal plasma sekitar 2.756,95 hektare;
? jalan koneksi sekitar 296,60 hektare;
? jalan produksi sekitar 114,24 hektare;
? serta area sungai dan buffer kawasan lainnya.

“Observasi ini penting untuk memastikan kesiapan kawasan, tata air, akses infrastruktur, dan kepastian lahan yang berkaitan dengan hak masyarakat adat. Pemerintah ingin memastikan investasi berjalan sesuai aturan dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” jelas Widhi.

Ia menambahkan, sinkronisasi pemetaan bersama BPN, tim terpadu pemerintah daerah, Dewan Adat, LMA, serta para pemilik hak petuanan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan kepastian dan mencegah potensi persoalan lahan di masa depan.
 

Investasi dan Adat: Dua Pilar Pembangunan Fakfak

Pembahasan mengenai status serta kepastian lahan akan menjadi agenda lanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Pemerintah daerah memastikan bahwa proses pembangunan tidak boleh meninggalkan akar sosial masyarakat Fakfak. Sebab, tanah bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga bagian dari sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat adat.

Agenda observasi berikutnya akan dilanjutkan di Pelabuhan CPO Tesha dan Kampung Goras untuk melengkapi data lapangan serta menyelaraskan kebutuhan pembangunan kawasan.

Dengan langkah tersebut, Fakfak tidak sekadar menawarkan investasi, tetapi menghadirkan sebuah model pembangunan yang mempertemukan modal, masyarakat, dan lingkungan dalam satu arah yang sama.

Bomberay - Tomage kini bukan hanya titik di peta, tetapi sedang dipersiapkan menjadi halaman baru pertumbuhan ekonomi Fakfak dengan fondasi kehati-hatian, keberlanjutan, dan keberpihakan kepada masyarakat.

 

Writter & Editor : Den