Presiden Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Mantan Dandim 1503/Tual Mario Noya Pimpin Upacara Praspa 2026

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Presiden Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Mantan Dandim 1503/Tual Mario Noya Pimpin Upacara Praspa 2026

Presiden Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Mantan Dandim 1503/Tual Mario Noya Pimpin Upacara Praspa 2026

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto melantik dan mengambil sumpah 1.177 Perwira Remaja (Paja) TNI dan Polri Tahun 2026 dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Pelantikan Perwira Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berlangsung di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Upacara nasional tersebut menjadi momentum penting bagi lahirnya generasi baru pemimpin pertahanan dan keamanan Indonesia. Dalam kesempatan itu, Kolonel Infanteri Mario Kristian Noya, lulusan Akademi Militer Tahun 2001 yang saat ini menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Militer, dipercaya menjadi Komandan Upacara.

Sosok Kolonel Inf Mario Kristian Noya juga memiliki catatan tersendiri bagi masyarakat Kota Tual dan Kepulauan Kei. Sebelum mengemban amanah di lingkungan Akademi Militer, ia pernah menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1503/Tual periode 2020–2021.

Kepercayaan memimpin jalannya upacara kenegaraan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Kolonel Inf Mario Kristian Noya di lingkungan TNI Angkatan Darat. Bagi masyarakat Kepulauan Kei, dirinya dikenal sebagai sosok prajurit yang pernah mengabdikan diri melalui tugas pembinaan teritorial di wilayah timur Indonesia.

Selama menjabat sebagai Dandim 1503/Tual, Kolonel Inf Mario Kristian Noya dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, komunikatif, serta cepat merespons berbagai perkembangan dan dinamika wilayah.

Hal tersebut disampaikan Salim dan Alan, masyarakat yang mengikuti perjalanan pengabdian Kolonel Inf Mario Kristian Noya selama bertugas di Kota Tual.

“Beliau adalah sosok yang sangat disiplin, komunikatif, responsif terhadap perkembangan situasi, serta cepat mengambil langkah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di wilayah,” ujar Salim.

Menurut keduanya, gaya kepemimpinan Kolonel Inf Mario Kristian Noya yang terbuka dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu kekuatan dalam mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Sebagai Komandan Upacara Praspa 2026, Kolonel Inf Mario Kristian Noya memimpin prosesi pelantikan para calon pemimpin masa depan TNI dan Polri yang berasal dari empat lembaga pendidikan kedinasan.

Sebanyak 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) resmi dilantik menjadi perwira setelah menyelesaikan pendidikan dan pembentukan karakter kepemimpinan.

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamudin, para Menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, para Kepala Staf Angkatan, Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Herindra, serta jajaran pejabat tinggi TNI dan Polri.

Dalam amanatnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada para perwira yang baru dilantik. Presiden menegaskan bahwa pangkat yang diterima bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi merupakan amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab besar dari negara serta rakyat Indonesia.

Presiden meminta para perwira muda untuk selalu berpegang teguh pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Tribrata, dan Catur Prasetya sebagai pedoman dalam menjalankan pengabdian.

Presiden juga mengingatkan bahwa tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, mulai dari ancaman perang siber, perang informasi, kejahatan lintas negara, penyalahgunaan narkotika, hingga berbagai tantangan global lainnya.

Para perwira muda diminta terus meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi pertahanan, serta kemampuan bahasa asing agar mampu menghadapi perubahan zaman.

Selain itu, Presiden menekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas TNI-Polri, menjunjung tinggi integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta selalu hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pembela rakyat.

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan Adhi Makayasa Tahun 2026 diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing akademi, yakni Letnan Dua Infanteri Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer, Letnan Dua Laut (P) Muhammad Rizki Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut, Letnan Dua Penerbang Muhammad Farel Lazuardi dari Akademi Angkatan Udara, dan Inspektur Polisi Dua Harindra Arsando Tegar Baja dari Akademi Kepolisian.

Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 menjadi tonggak awal pengabdian bagi 1.177 perwira muda untuk menjaga kedaulatan negara, memperkuat keamanan nasional, serta menghadirkan institusi TNI dan Polri yang profesional dan dipercaya masyarakat.

Bagi masyarakat Kota Tual dan Kepulauan Kei, tampilnya Kolonel Inf Mario Kristian Noya sebagai Komandan Upacara di Istana Merdeka menjadi kebanggaan tersendiri. Seorang prajurit yang pernah mengabdi di wilayah Kepulauan Kei kini kembali mencatatkan kiprah penting dalam panggung nasional.

Editor : Bruce Elang