Bersama Bunda PAUD, Siswa TK Pertiwi Tanam Pala Tomandin, Menyemai Cinta Warisan Fakfak Sejak Usia Dini
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Suara tawa anak-anak memenuhi halaman TK Pertiwi Fakfak pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026. Di antara berbagai tanaman apotek hidup yang ditanam pagi itu, ada satu bibit yang mendapat perhatian khusus: Pala Grafting Tomandin, komoditas unggulan sekaligus identitas Kabupaten Fakfak.
Bibit pala itu tidak sekadar ditanam untuk menghijaukan halaman sekolah. Di tangan Bunda PAUD Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, pohon pala menjadi media pembelajaran yang memperkenalkan sejarah, budaya, sekaligus masa depan daerah kepada generasi paling muda.
Melalui Gerakan Menanam Kebun (GERTAK) Ceria, anak-anak diajak mengenal alam dengan cara yang sederhana namun bermakna. Mereka memegang cangkul kecil, menyiapkan media tanam, lalu bersama-sama menanam bibit sambil mendengarkan cerita tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencintai kekayaan daerah sendiri.
Bagi Nurwidayati, pendidikan karakter tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Nilai kepedulian terhadap lingkungan justru lebih mudah tumbuh ketika anak-anak diberi kesempatan mengalami dan mempraktikkannya secara langsung.
"Hari ini kami menanam bersama anak-anak di TK Pertiwi. Kami sangat senang melihat mereka begitu antusias dan ceria mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Dari pengalaman sederhana ini kami ingin menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak usia dini, karena merekalah generasi penerus yang kelak menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan produk unggulan daerah Fakfak," ujarnya.
Pilihan menanam Pala Grafting Tomandin bukan tanpa alasan. Tanaman tersebut telah lama menjadi simbol Kabupaten Fakfak, bahkan dikenal memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.
Dengan memperkenalkannya sejak usia dini, diharapkan tumbuh rasa bangga yang kelak berubah menjadi komitmen untuk menjaga dan mengembangkannya.
Menurut Nurwidayati, anak-anak perlu memahami bahwa pala bukan sekadar komoditas perkebunan.
"Kami berharap anak-anak mengenal bahwa pala bukan hanya sebuah tanaman, tetapi warisan leluhur dan identitas Kabupaten Fakfak. Kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang mencintai, menjaga, dan melestarikan Pala Tomandin sebagai kebanggaan daerah sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat," katanya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kegembiraan. Siswa-siswi TK Pertiwi tampak antusias mengikuti setiap proses penanaman didampingi para guru serta anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Fakfak. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana belajar mengenal berbagai jenis tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti pada aktivitas menanam. Setelah kegiatan di kebun sekolah, seluruh siswa menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disiapkan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Fakfak sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, aktif, dan siap tumbuh secara optimal.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Hari Anak Nasional di Fakfak tidak sekadar bersifat seremonial. Pemerintah Kabupaten Fakfak berupaya menghadirkan pendidikan yang menyentuh pembentukan karakter sejak dini mengajarkan anak-anak mencintai lingkungan, memahami identitas daerah, serta mengenal potensi lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Di halaman sederhana TK Pertiwi itu, bibit-bibit Pala Tomandin yang baru ditanam menjadi simbol harapan. Seperti pohon pala yang membutuhkan waktu untuk tumbuh kuat dan berbuah, demikian pula karakter anak-anak Fakfak dibangun melalui pengalaman kecil yang sarat makna.
Dari tangan-tangan mungil mereka, harapan akan lahirnya generasi yang mencintai alam, menghargai warisan leluhur, dan menjaga nama besar Fakfak mulai ditanam sejak hari ini.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook