Walikota Ambon Lantik 59 Kepala Sekolah: Syarat Kompeten & Integritas, Siap Copot yang Langgar Aturan
Ambon, Selasa (23/6/2026) – Pemerintah Kota Ambon menggelar pengambilan sumpah dan pelantikan Kepala Sekolah tingkat TK, SD, dan SMP lingkup Pemkot Ambon Tahun 2026. Acara berlangsung khidmat di Ruang Vlisingen Balai Kota Ambon dan dipimpin langsung oleh Walikota Bodewin Wattimena.
Turut hadir Wakil Walikota Ely Toisutta, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kota Ambon, Pj Sekkot Robert Sapulette, Kepala Badan Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Maluku, pimpinan perangkat daerah, serta para kepala sekolah yang baru dilantik.
-Proses Penempatan Lebih Ketat
Walikota menegaskan pengangkatan ini merupakan bagian dari program prioritas mewujudkan birokrasi yang cakap, handal, serta bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Berbeda dengan pola sebelumnya, penempatan kali ini didasarkan pada seleksi ketat dan pendidikan pelatihan untuk mengukur kapasitas ASN yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
“Tugas utama Anda tetap mendidik dan mengajar; menjadi kepala sekolah adalah amanah tambahan. Kami ingin menjaring yang kompeten, berintegritas, dan menghindari pertimbangan subjektif semata,” tegasnya.
Ada dua jalur pengangkatan: reguler yang sudah melalui seleksi, dan non-reguler untuk sekolah tertentu yang mempertimbangkan kondisi teknis, dengan persetujuan Kementerian Pendidikan dan BKN. Pelantikan tahap kedua akan menyusul untuk calon yang masih dalam proses administrasi.
-Sumpah Janji: Mengikat Diri kepada Tuhan dan Rakyat
Walikota mengingatkan makna mendalam dari sumpah jabatan yang diucapkan. “Kata-kata itu tidak hanya didengar manusia, tapi juga Tuhan Yang Maha Mengetahui. Jadikan sumpah itu sebagai pengikat integritas, bukan sekadar bacaan prosedur,” pesannya.
Ia secara tegas melarang segala bentuk pungutan kepada siswa atau orang tua murid, serta meminta pengelolaan dana BOS dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Masa jabatan maksimal dua periode, tapi jika ada laporan penyimpangan, tidak perlu menunggu habis masa jabatan. Langsung kami copot. Ada contoh sekolah yang sudah kami usulkan pergantian kepala karena lalai dan tidak bertanggung jawab,” tandasnya.
-Harapan: Jadikan Pendidikan Ladang Amal
Walikota berpesan agar amanah ini dijalankan dengan ikhlas dan jujur. “Jangan berharap kaya raya dari jabatan ini, tapi jadikanlah sebagai ladang amal. Kerja benar, jujur, dan melayani dengan hati — insya Allah keberkahan yang akan didapat,” ujarnya.
Ia menambahkan sistem rekrutmen berbasis kompetensi ini akan diteruskan untuk pengisian jabatan eselon III dan IV di lingkungan Pemkot Ambon dalam waktu dekat.
(Elang)

























Komentar via Facebook