WISUDA POLIKANT KE-XXI: 141 LULUSAN DITANTANG JADI SDM UNGGUL DAN PROFESIONAL KELAUTAN-PERIKANAN
WISUDA POLIKANT KE-XXI: 141 LULUSAN DITANTANG JADI SDM UNGGUL DAN PROFESIONAL KELAUTAN-PERIKANAN
Wakil Bupati Maluku Tenggara: Lulusan Harus Adaptif, Kompeten dan Berkontribusi Nyata bagi Daerah
MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Sebanyak 141 mahasiswa dan mahasiswi resmi mengikuti Wisuda Ahli Madya dan Sarjana Terapan Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) ke-XXI Tahun Akademik 2026/2027. Momentum akademik tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Larvul Ngabal, Kelurahan Ohoijang Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (26/9/2026).
Mengusung tema “Pesona Indonesia Timur”, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya sumber daya manusia terampil yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan, khususnya di sektor kelautan dan perikanan.
Wisuda dimulai sekitar pukul 08.00 WIT dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur TNI-Polri, antara lain Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, S.H., M.Si., Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual Dr. Usnan Madubun, S.Pi., M.Si., serta perwakilan Polres Maluku Tenggara, Polres Tual, Lanal Tual, Lanud D. Dumatubun dan Kodim 1503/Tual.
Hadir pula para orang tua/wali serta tamu undangan.
Bukan Sekadar Gelar, Lulusan Dituntut Punya Kompetensi
Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual, Dr. Usnan Madubun, dalam pidatonya menekankan bahwa pendidikan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas, khususnya untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan di Politeknik Perikanan Negeri Tual.
Kepada para wisudawan dan wisudawati, ia berpesan agar ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani pendidikan tidak berhenti sebagai gelar akademik.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga profesional, memiliki integritas, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah dan negara.
Pesan tersebut menjadi semakin penting karena sektor kelautan dan perikanan membutuhkan tenaga terampil yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bekerja secara profesional di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.
Wakil Wali Kota Tual: Program Pemerintah Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, generasi muda merupakan penerus bangsa yang membutuhkan perhatian, pendidikan, pembinaan serta kesempatan untuk berkembang.
Pemerintah, kata dia, memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.
Namun, program pemerintah tidak cukup hanya dirancang di atas kertas. Pelaksanaannya harus nyata, tepat sasaran dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan.
Wakil Bupati Maluku Tenggara: Jangan Berhenti Setelah Wisuda
Pesan yang tidak kalah tegas disampaikan Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, S.H., M.Si.
Ia memberikan apresiasi kepada Direktur, dosen dan tenaga kependidikan Politeknik Perikanan Negeri Tual yang telah berperan dalam proses pendidikan hingga para mahasiswa dapat mencapai tahap wisuda.
Menurutnya, keberadaan politeknik memiliki peran strategis dalam menghasilkan tenaga terampil dan siap kerja, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan.
Para lulusan yang sebagian besar merupakan putra-putri daerah Indonesia Timur diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
“Wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan. Ini merupakan awal untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dengan tantangan yang semakin kompleks.”
Para lulusan juga dituntut terus meningkatkan kompetensi, mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
141 Lulusan, Tantangan Berikutnya Ada di Dunia Nyata
Sebanyak 141 wisudawan dan wisudawati kini memasuki fase baru setelah menyelesaikan pendidikan akademik dan vokasionalnya.
Tantangan berikutnya bukan lagi berada di ruang kuliah, melainkan bagaimana ilmu, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam dunia kerja maupun dalam pembangunan masyarakat.
Bagi Maluku Tenggara, Kota Tual dan kawasan Indonesia Timur, keberadaan tenaga terampil di bidang kelautan dan perikanan memiliki nilai strategis. Potensi laut yang besar membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola, menjaga dan mengembangkan sektor tersebut secara profesional dan berkelanjutan.
Karena itu, momentum wisuda diharapkan tidak berhenti pada seremoni pemberian ijazah. Pemerintah daerah, dunia pendidikan dan dunia usaha perlu membangun ruang yang lebih luas bagi lulusan untuk masuk ke dunia kerja, kewirausahaan, riset, inovasi dan pengembangan ekonomi kelautan.
Berlangsung Aman dan Lancar
Rangkaian kegiatan wisuda meliputi pembukaan, prosesi Senat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, doa, pembukaan rapat Senat, pidato Direktur, sambutan Wakil Wali Kota Tual dan Wakil Bupati Maluku Tenggara, prosesi wisuda dan pelantikan, pembacaan janji wisudawan, pemberian penghargaan kepada wisudawan terbaik, hingga penutupan rapat Senat.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.40 WIT.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga selesai, situasi dilaporkan aman, tertib dan lancar.
LANDASAN HUKUM
Penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi pada prinsipnya memiliki landasan hukum yang kuat, antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang mengatur penyelenggaraan sistem pendidikan nasional serta pengembangan potensi peserta didik.
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, yang mengatur penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk pendidikan akademik, vokasi dan profesi serta peran perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten.
3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, yang memperkuat pentingnya peningkatan kapasitas dan pemberdayaan sumber daya manusia dalam sektor kelautan dan perikanan.
4. Ketentuan mengenai Standar Nasional Pendidikan Tinggi menjadi salah satu dasar dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk pemenuhan kompetensi lulusan dan mutu pembelajaran.
Dengan demikian, wisuda bukan hanya simbol berakhirnya masa studi. Lebih jauh, wisuda menjadi titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan bahwa pendidikan tinggi benar-benar mampu melahirkan SDM yang kompeten, berintegritas, adaptif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia Timur.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook