Bupati Samaun Siapkan SDM Lokal Sebelum Pabrik Berdiri: 24 Putra Fakfak Digembleng ke Pupuk Kaltim

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 06 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Samaun Siapkan SDM Lokal Sebelum Pabrik Berdiri: 24 Putra Fakfak Digembleng ke Pupuk Kaltim

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Kabupaten Fakfak memilih menyiapkan sumber daya manusia lebih dahulu sebelum pembangunan kawasan industri dimulai. Langkah itu diwujudkan dengan memberangkatkan 24 putra daerah untuk mengikuti pendidikan vokasi Diploma III yang terintegrasi dengan program magang kerja di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) di Makassar dan Bontang.

Bagi Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP investasi tidak cukup hanya menghadirkan bangunan pabrik. Yang lebih penting adalah memastikan masyarakat Fakfak menjadi pelaku utama ketika industri itu mulai beroperasi.

Usai melepas para peserta di ruang kerjanya, Kamis, (06/08) Bupati Samaun menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar beasiswa pendidikan. Seluruh peserta akan menjalani pendidikan vokasi selama sekitar satu setengah tahun, kemudian melanjutkan praktik kerja melalui sistem kontrak di lingkungan operasional Pupuk Kaltim.

"Tujuan utama program ini adalah mempersiapkan anak-anak Fakfak agar memiliki kompetensi sejak sekarang. Ketika pabrik mulai beroperasi nanti, mereka sudah memiliki pengalaman dan siap menjadi tenaga kerja utama," ujar Bupati Samaun kepada awak media.

Menurut dia, pola pendidikan yang diterapkan sengaja dirancang mengikuti kebutuhan industri modern. Selama menjalani pendidikan, peserta tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik lapangan sehingga memahami budaya kerja, standar keselamatan, kedisiplinan, hingga kemampuan teknis yang dibutuhkan perusahaan.

Bupati Samaun mengatakan, pengalaman kerja tersebut akan menjadi modal penting ketika kawasan industri pupuk di Fakfak mulai beroperasi. Pemerintah daerah ingin memastikan putra-putri asli Fakfak tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengisi posisi strategis di perusahaan.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi peserta dilakukan secara serius karena perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki disiplin, etos kerja, serta kemampuan profesional.

"Yang akan dinilai bukan hanya kemampuan belajar, tetapi juga disiplin dan kesungguhan mereka selama mengikuti pendidikan dan praktik kerja. Itu menjadi bekal ketika nanti mereka kembali ke Fakfak," katanya.

Program tersebut, menurut Samaun, merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang selaras dengan arah investasi daerah. Ke depan, pemerintah juga akan membuka kesempatan pelatihan pada bidang-bidang industri lainnya sesuai kebutuhan pembangunan.

"Ini baru program untuk kebutuhan pabrik pupuk. Nanti akan ada pelatihan-pelatihan lain sesuai bidang yang dibutuhkan sehingga semakin banyak anak-anak Fakfak yang memiliki keahlian," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Samaun juga mengungkapkan perkembangan persiapan pembangunan kawasan industri pupuk di Fakfak. Pemerintah daerah saat ini berpacu menyelesaikan seluruh tahapan administratif, mulai dari persoalan lahan, penetapan kawasan industri seluas sekitar 500 hektare, hingga penyelesaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan berbagai persyaratan perizinan lainnya.

Apabila seluruh tahapan tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada tahun ini, pembangunan fisik kawasan industri ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027.

"Kita sedang mengejar penyelesaian seluruh persyaratan. Kalau semuanya selesai tahun ini, maka tahun 2027 kawasan industri sudah bisa masuk tahap konstruksi," kata Samaun.

Pemerintah Kabupaten Fakfak memandang investasi industri pupuk bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan momentum menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, pembangunan manusia dilakukan lebih awal agar ketika industri beroperasi, tenaga kerja lokal telah siap bersaing berdasarkan kompetensi, bukan sekadar asal daerah.

Dengan strategi tersebut, keberangkatan 24 putra Fakfak ke Makassar dan Bontang menjadi lebih dari sekadar perjalanan menempuh pendidikan. Mereka dipersiapkan sebagai generasi pertama calon operator dan tenaga profesional yang diharapkan menjadi fondasi lahirnya era baru industrialisasi di Kabupaten Fakfak.

 

Writter & Editor : Den