Irene Temongmere Jemput Aspirasi Perempuan Mbaham Matta di Fakfak, Dari Suara Kampung Menuju Agenda Strategis Papua Barat
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Ruang pertemuan itu dipenuhi semangat dan harapan. Puluhan perempuan dari berbagai kampung yang tergabung dalam komunitas adat Mbaham Matta hadir bukan sekadar untuk mengikuti sebuah kegiatan seremonial. Mereka datang membawa gagasan, kegelisahan, dan harapan tentang masa depan perempuan Fakfak yang lebih berdaya.
Momentum itu terjadi dalam kegiatan Penyaluran Aspirasi Pengaduan Masyarakat Adat, Kaum Perempuan, Tokoh Agama, dan Masyarakat Umum yang dilaksanakan Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat dari Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan, Irene Temongmere, di Kabupaten Fakfak.
Di tengah dinamika pembangunan yang terus bergerak, Irene memilih turun langsung mendengar suara masyarakat. Baginya, aspirasi yang lahir dari kampung-kampung adat merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada Orang Asli Papua, khususnya perempuan.
Berbagai masukan mengemuka dalam dialog yang berlangsung hangat dan terbuka. Para perempuan Mbaham Matta menyampaikan kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi keluarga, pelatihan keterampilan, penguatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan, hingga perlunya perhatian lebih terhadap pendidikan generasi muda perempuan Papua.
Aspirasi tersebut menunjukkan bahwa perempuan Fakfak tidak lagi hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan. Mereka ingin menjadi pelaku utama perubahan yang mampu menentukan arah masa depan daerahnya sendiri.
Irene Temongmere menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan perjuangan di tingkat Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat. Menurutnya, suara perempuan adat harus mendapatkan ruang yang lebih besar dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Perempuan Papua memiliki potensi besar yang harus didorong dan diberi kesempatan. Apa yang disampaikan hari ini bukan sekadar keluhan, tetapi gagasan-gagasan strategis yang dapat menjadi program nyata untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan keluarga di Fakfak,” ujarnya.
Kehadiran Irene mendapat apresiasi dari para peserta. Mereka menilai pendekatan dialogis yang dilakukan memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung tanpa sekat birokrasi. Cara seperti ini dianggap mampu menghadirkan kebijakan yang lebih tepat sasaran karena berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, terlihat kuatnya semangat perempuan Mbaham Matta untuk terus maju. Mereka menginginkan program-program yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi mampu menciptakan kemandirian dan keberlanjutan.
Pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha kecil, penguatan pendidikan perempuan, hingga pembinaan kepemimpinan menjadi beberapa usulan yang mendapat perhatian khusus.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan Papua Barat tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan adat. Di tangan mereka, nilai-nilai budaya, pendidikan anak, ketahanan keluarga, hingga penguatan ekonomi lokal terus dijaga dan diwariskan.
Melalui forum penyerapan aspirasi tersebut, Irene Temongmere tidak hanya menjalankan fungsi representasi sebagai anggota MRP. Ia juga menunjukkan komitmen untuk memastikan suara perempuan adat menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan Papua Barat.
Di Kabupaten Fakfak, dari tanah Mbaham Matta yang kaya sejarah dan budaya, suara-suara perempuan kembali menggema. Suara yang tidak sekadar meminta didengar, tetapi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih inklusif, adil, dan bermartabat bagi perempuan Papua.
Bagi Irene Temongmere, aspirasi yang lahir dari pertemuan itu bukan akhir dari sebuah kunjungan kerja. Ia adalah awal dari perjuangan panjang untuk menghadirkan program-program strategis yang benar-benar menjawab kebutuhan perempuan Fakfak dan mengangkat martabat mereka sebagai pilar utama pembangunan di Tanah Papua.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook