Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang Kontak di Laut Seram Berhasil Ditemukan Selamat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 28 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Hari Kedua Pencarian, Nelayan Hilang Kontak di Laut Seram Berhasil Ditemukan Selamat

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Kabar gembira datang dari operasi pencarian dan pertolongan di perairan Kabupaten Seram Bagian Barat. Seorang nelayan asal Desa Kawa bernama La Sandi (37 tahun), yang sempat hilang kontak dan dikhawatirkan terkatung-katung di tengah laut, akhirnya berhasil ditemukan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (28/5/2026). Meskipun kondisinya terlihat lemas setelah berhari-hari hanyut, nyawanya terselamatkan dan segera diserahkan kembali kepada keluarga.

Berdasarkan keterangan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, korban diketahui berangkat melaut sejak Senin, 25 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIT di perairan sekitar Desa Kawa. Karena tak kunjung kembali ke darat, laporan kondisi membahayakan nyawa akhirnya diterima pihak berwenang pada Selasa, 27 Mei 2026. Pencarian intensif pun segera digelar, namun belum membuahkan hasil pada hari pertama.

Baru pada hari kedua operasi, tim pencarian yang dipimpin Dantim Ops SAR Seram Bagian Barat memperlebar jangkauan. Sebanyak 3 Unit Sarana Rescuer (SRU) dikerahkan untuk menyisir titik-titik koordinat yang diprediksi menjadi lokasi korban berada.

"Kami terus bergerak menyisir laut hingga akhirnya tepat pukul 11.15 WIT korban berhasil ditemukan. Posisinya berada sekitar 11,26 mil laut dari Desa Kawa," ungkap Dantim Ops SAR SBB.

Penyelidikan di lokasi mengungkapkan bahwa korban sebenarnya aman, namun tidak bisa kembali ke darat karena mesin motor tempel kapalnya mengalami kerusakan parah, sehingga ia terbawa arus dan hanyut berhari-hari di tengah perairan Seram Bagian Barat. Ia ditemukan dalam keadaan selamat namun fisiknya tampak lemas akibat kelelahan dan kondisi alam.

Proses evakuasi berjalan lancar meski cuaca cukup menantang dengan curah hujan ringan, angin berkecepatan 11 knot berarah Utara hingga Barat, serta tinggi gelombang mencapai 0,5 meter. Korban kemudian dibawa kembali ke Desa Kawa dan diserahkan langsung ke keluarga yang sudah menunggu dengan rasa cemas yang berubah menjadi lega.

Operasi penyelamatan ini melibatkan unsur gabungan dari Basarnas Ambon, Polairud Polda Maluku, Babinsa, Kelompok Nelayan Seram Bagian Barat, masyarakat sekitar, serta keluarga korban. Berbagai alat penunjang dikerahkan mulai dari Rescuer Car, Rubber Boat, hingga Longboat.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan hidup, maka operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja sama yang solid dan cepat.

(M.N)