Lewat LANURI, BPJS Kesehatan Jangkau Daerah 3T dengan VIOLA dan Layanan Jemput Bola

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lewat LANURI, BPJS Kesehatan Jangkau Daerah 3T dengan VIOLA dan Layanan Jemput Bola

 Kabarsulsel-Indonesia.web.id. JAKARTA,  BPJS Kesehatan memperkuat jangkauan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga ke wilayah terjauh. Melalui program Layanan Ujung Negeri (LANURI) yang diluncurkan Senin (13/7/2026), layanan dihadirkan lewat dua andalan: layanan digital tatap muka VIOLA dan layanan keliling jemput bola.

Langkah ini menjawab tantangan keterbatasan akses, infrastruktur, dan kondisi geografis di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). LANURI merupakan salah satu keberhasilan utama dalam capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi yang mencatatkan kinerja sebesar 91,53%.

"Kami luncurkan LANURI serentak di 558 titik kabupaten/kota, melibatkan 126 Kantor Cabang. Sebanyak 379 titik dilayani lewat VIOLA, dan 179 titik lainnya lewat BPJS Keliling. Harapannya, akses JKN benar-benar bisa dirasakan warga di wilayah terpencil," ungkap Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, didampingi Direktur Kepesertaan, Akmal Budi Yulianto.

-VIOLA: Layanan Tanpa Tatap Muka Lewat Video

VIOLA adalah layanan berbasis konferensi video yang menghubungkan masyarakat langsung dengan petugas secara waktu nyata. Warga bisa mengurus administrasi kepesertaan, mengubah data, hingga menyampaikan pengaduan tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Layanan ini difasilitasi di Puskesmas, kantor desa, kecamatan, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan VIOLA sudah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali, terbanyak oleh peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI JK).

-BPJS Keliling: Solusi bagi Wilayah Terbatas Sinyal

Menyadari tidak semua wilayah memiliki akses internet yang memadai atau masyarakat akrab teknologi, BPJS Kesehatan tetap mengoptimalkan layanan fisik lewat BPJS Keliling. Ini memastikan tidak ada warga yang tertinggal akses pelayanan JKN.

-Capaian & Dukungan Lintas Lembaga

Selain perluasan layanan, 100 hari kerja direksi juga mencakup program prioritas: JKN 3T (kerjasama kapal bantu dan tenaga kesehatan), pemantauan kesehatan petugas dan siswa penerima Makan Bergizi Gratis, serta upaya efisiensi dan pencegahan penyalahgunaan biaya kesehatan.

Inisiatif ini mendapat dukungan luas. Kementerian Koperasi siap memanfaatkan jaringan Koperasi Desa Merah Putih hingga ke pelosok desa. Sementara itu, TNI menawarkan dukungan penuh lewat jaringan fasilitas kesehatan, Kapal Rumah Sakit, serta penyebaran personil termasuk sekitar 76.000 Babinsa yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Pemerataan kesehatan adalah tantangan besar. Semoga sinergi ini menjadikan layanan JKN semakin dekat, mudah, dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia," tambah Prihati.

(M.N)