Zulkifly Koordinasikan Lomba Islami, 229 Peserta Semarakkan Peringatan 666 Tahun Islam di Tanah Papua
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Semangat syiar Islam berpadu dengan semangat persaudaraan mewarnai pembukaan Lomba Islami dalam rangka memperingati 666 Tahun Masuknya Agama Islam di Tanah Papua di Kabupaten Fakfak.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan bersejarah tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang mempererat ukhuwah, memperkokoh silaturahmi, dan menghidupkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Koordinator Penanggung Jawab Lomba Islami, Zulkifly, S.P., M.M, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan lomba merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ajaran Islam sekaligus memperkuat karakter masyarakat melalui kegiatan yang edukatif, religius, dan penuh semangat kebersamaan.
Di hadapan Bupati Fakfak beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, para tokoh agama, pimpinan organisasi, dewan juri, panitia, serta ratusan peserta, Zulkifly melaporkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi.
Sebanyak 229 peserta tercatat mengikuti perlombaan yang terbagi dalam tujuh kategori lomba dengan berbagai tingkatan usia. Jika dihitung bersama anggota pendukung masing-masing peserta yang berkisar antara 15 hingga 20 orang, jumlah masyarakat yang terlibat dalam rangkaian kegiatan ini diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa peringatan 666 tahun Islam di Tanah Papua bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan telah menjadi momentum kolektif yang menyatukan masyarakat lintas generasi dalam semangat dakwah dan persaudaraan.
Menurut Zulkifly, tujuan utama penyelenggaraan lomba bukan semata-mata mencari pemenang, melainkan memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyalurkan bakat, memperdalam pengetahuan keislaman, serta mempererat hubungan antarsesama melalui kompetisi yang sehat.
"Menang atau kalah adalah bagian dari perlombaan. Namun yang jauh lebih penting adalah pengalaman, hikmah syiar Islam, dan silaturahmi yang terbangun selama kegiatan berlangsung," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifly juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan, termasuk dukungan pembiayaan.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada para donatur, dermawan, tokoh agama, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, pihak sekolah, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh panitia yang telah bekerja secara sukarela sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Ucapan penghargaan itu ditujukan pula kepada para sponsor dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan bantuan, baik dalam bentuk dana, tenaga, maupun fasilitas. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan besar tidak pernah lahir dari kerja satu orang, melainkan hasil gotong royong dan kepedulian bersama.
Zulkifly berharap seluruh peserta dapat mengikuti perlombaan dengan menjunjung tinggi sportivitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sekaligus menjadikan ajang tersebut sebagai wahana belajar, memperluas persaudaraan, dan meningkatkan kecintaan terhadap syiar Islam di Bumi Mbaham Matta.
Menutup sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan kerendahan hati, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan menjadikan peringatan 666 tahun masuknya Islam di Tanah Papua sebagai inspirasi untuk melanjutkan warisan dakwah para pendahulu.
Penyelenggaraan Lomba Islami tahun ini menjadi salah satu bukti bahwa Fakfak tetap mempertahankan identitasnya sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, dan harmoni kehidupan beragama.
Melalui kegiatan religius yang melibatkan ribuan masyarakat, semangat Islam yang telah hadir sejak lebih dari enam abad lalu terus diwariskan kepada generasi penerus dengan cara yang sejuk, inklusif, dan penuh persaudaraan.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi cermin bahwa syiar Islam di Tanah Papua tumbuh berdampingan dengan budaya lokal, menguatkan persatuan masyarakat, serta menegaskan kembali Fakfak sebagai salah satu simpul penting sejarah penyebaran Islam di Nusantara.
Di tengah dinamika zaman, semangat itu tetap hidup melalui partisipasi masyarakat yang semakin besar dari tahun ke tahun, menjadikan peringatan 666 tahun masuknya Islam sebagai momentum memperkokoh iman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan optimisme bagi masa depan generasi Papua yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook