Kantongi Dukungan 20 Organisasi,Zuhdi Difinubun Siap Rebut Kursi Ketua KNPI Malra.

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kantongi Dukungan 20 Organisasi,Zuhdi Difinubun Siap Rebut Kursi Ketua KNPI Malra.

Kantongi Dukungan 20 Organisasi,Zuhdi Difinubun Siap Rebut Kursi Ketua KNPI Malra.

Langgur Kabarsulselindonesia.web.id Kontestasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara 2026 mulai memanas. Salah satu bakal calon Ketua DPD KNPI Malra, Muhammad Luthfi Zuhdi Difinubun, ST, resmi mengembalikan berkas pendaftaran kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) di Caffe Good Day Pemda Langgur, Sabtu (13/6/2026).

Dengan mengembalikan berkas pencalonan, Zuhdi menegaskan kesiapannya untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua KNPI Maluku Tenggara. Namun, menurutnya, keikutsertaan dalam kontestasi tersebut bukan semata-mata mengejar jabatan, melainkan sebagai ikhtiar bersama membangun gerakan kepemudaan yang lebih progresif dan berdaya saing.

"Keikutsertaan saya dalam kontestasi KNPI ini adalah untuk bersama-sama dengan teman-teman pemuda dan mahasiswa mengeksplorasi potensi diri serta menjadikan KNPI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun Maluku Tenggara yang lebih baik," ujar Zuhdi.

Menurutnya, masih banyak persoalan dan tantangan yang dihadapi generasi muda di Maluku Tenggara. Karena itu, KNPI harus tampil sebagai rumah bersama yang mampu melahirkan kader-kader muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pemuda Jangan Hanya Jadi Penonton

Zuhdi menegaskan, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam setiap proses pembangunan. Mereka harus dipersiapkan sebagai generasi penerus yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton atau pelengkap. Mereka harus dipersiapkan menjadi figur-figur pemimpin yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan di masa mendatang," tegasnya.

Ia pun mengusung gagasan agar KNPI Maluku Tenggara menjadi ruang pembelajaran dan pengkaderan bagi lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang berkualitas.

Kantongi Dukungan Sekitar 20 Organisasi

Dalam pertarungan menuju Musda KNPI Malra, Zuhdi mengklaim telah mengantongi dukungan dari sekitar 20 organisasi kepemudaan dan organisasi mahasiswa, termasuk organisasi yang tergabung dalam kelompok Cipayung dan Cipayung Plus.

Sejumlah organisasi yang disebutnya antara lain Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, serta berbagai organisasi lainnya.

"Kurang lebih sekitar 20 rekomendasi sudah kami dapatkan. Tetapi komunikasi politik masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan ada tambahan dukungan lagi," katanya.

KNPI Harus Jadi Laboratorium Pemuda

Zuhdi berpandangan bahwa KNPI tidak boleh hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi harus bertransformasi menjadi laboratorium kepemudaan yang mampu mengembangkan kemampuan dan karakter generasi muda.

"KNPI harus menjadi tempat bagi pemuda untuk mengembangkan diri dan mematangkan karakter kepemimpinan sebagai bekal untuk melanjutkan roda pembangunan di masa depan," ujarnya.

Dukung Pemerintah, Tetapi Tetap Kritis

Mengenai hubungan dengan Pemerintah Daerah, Zuhdi menilai KNPI merupakan mitra strategis yang harus mendukung berbagai kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan tersebut tidak boleh menghilangkan fungsi kontrol sosial yang melekat pada organisasi kepemudaan.

"Kami akan mendukung setiap kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tetapi KNPI juga tidak boleh menutup diri untuk memberikan kritik dan masukan apabila ada kebijakan yang dinilai kurang tepat atau tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," tegasnya.

Musyawarah Daerah DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026. Ajang tersebut diprediksi akan menjadi pertarungan gagasan yang menentukan arah baru organisasi kepemudaan terbesar di Bumi Larvul Ngabal.

Editor : Bruce Elang