Ayah Korban Pembunuhan di Kei Besar Ungkap Kronologi, Desak Polisi Usut Dalang
Ayah Korban Pembunuhan di Kei Besar Ungkap Kronologi, Desak Polisi Usut Dalang
LANGGUR, Kabarsulselindonesia.web.id — Kasus penganiayaan berujung pembunuhan yang menewaskan Deizen Berty Lutur (29) di kawasan Bukit Indah Ave Maria, Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, mulai menemukan titik terang. Pihak keluarga korban mendesak polisi mengusut tuntas hingga ke aktor intelektual di balik kejadian tersebut.
Donatus Lutur, ayah korban, kepada wartawan di Mapolres Maluku Tenggara, Senin (4/5/2026), mengungkapkan bahwa insiden tragis ini berawal dari konflik lama yang terjadi sejak 27 Maret 2026.
Menurutnya, persoalan dipicu tindakan pengrusakan dan penyerobotan tanaman milik keluarga oleh salah satu pihak, yang juga disertai ucapan tidak pantas terhadap orang tua mereka yang telah meninggal dunia.
“Masalah ini bermula dari pengrusakan tanaman dan ucapan yang sangat menyinggung keluarga kami,” ujar Donatus.
Merespons kejadian tersebut, keluarga besar yang berada di Kota Tual dan Maluku Tenggara menggelar pertemuan pada 17 April 2026. Mereka kemudian sepakat kembali ke kampung halaman di Ohoi Fako pada 20 April 2026 untuk meminta klarifikasi langsung.
Namun, saat mendatangi rumah pihak yang diduga terlibat, keluarga hanya bertemu seorang anggota keluarga perempuan yang menyebut orang tuanya tidak berada di tempat. Karena tidak mendapatkan penjelasan, mereka memutuskan menempuh jalur hukum.
Tragedi pembunuhan terjadi saat korban bersama kerabatnya dalam perjalanan menuju kantor polisi. Di tengah jalan, mereka diduga dihadang oleh sejumlah pelaku di kawasan Ave Maria.
“Korban sempat dikejar dan langsung diserang dengan senjata tajam,” ungkap Donatus.
Ia menambahkan, korban sempat berupaya menyelamatkan diri, namun pelaku terus mengejar hingga akhirnya menghabisi nyawanya.
Donatus juga menilai ada indikasi kuat keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini. Ia menduga para pelaku telah mengetahui pergerakan korban sebelumnya.
“Ada dugaan ini sudah direncanakan. Pasti ada yang memberi informasi sehingga mereka bisa menghadang di jalan,” tegasnya.
Pihak keluarga pun meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan profesional dalam menangani kasus tersebut.
“Kami berharap polisi tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap siapa pun yang menjadi otak di balik pembunuhan ini,” tandasnya.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polres Maluku Tenggara. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.
“Elang Kei”

























Komentar via Facebook