Pangdam Kasuari Tinjau Koperasi Merah Putih di Bomberai, Dari Kampung Terpencil Menyemai Kemandirian Ekonomi Papua Barat
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Jalan panjang menuju Distrik Bomberai, Kabupaten Fakfak, bukan sekadar lintasan geografis bagi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Rabu, 3 Juni 2026.
Di balik hamparan alam yang masih terjaga, tersimpan sebuah harapan besar tentang masa depan ekonomi masyarakat kampung yang sedang bertumbuh melalui Koperasi Desa Merah Putih binaan Kodim 1803/Fakfak.
Kunjungan kerja Pangdam XVIII/Kasuari ke wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan program pemberdayaan masyarakat yang digagas TNI melalui pembinaan teritorial berjalan sesuai tujuan. Didampingi sejumlah pejabat utama Kodam XVIII/Kasuari dan Korem 182/JO, Pangdam meninjau langsung aktivitas koperasi yang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Rombongan Pangdam memulai perjalanan dari Rest Area Batu Gantung sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi koperasi di Distrik Bomberai. Setibanya di lokasi, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru meninjau berbagai aktivitas dan fasilitas yang telah dikembangkan melalui program pembinaan Kodim 1803/Fakfak.
Kehadiran orang nomor satu di Kodam XVIII/Kasuari itu tidak hanya menjadi bentuk pengawasan terhadap program yang berjalan, tetapi juga menjadi suntikan semangat bagi para pengurus koperasi dan masyarakat yang selama ini berupaya membangun kemandirian ekonomi dari kampung mereka sendiri.
Koperasi Desa Merah Putih yang dibina Kodim 1803/Fakfak merupakan salah satu wujud nyata pendekatan teritorial TNI yang tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan, tetapi juga menyentuh sektor pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui koperasi tersebut, masyarakat didorong untuk mengembangkan usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Dalam peninjauan tersebut, Pangdam menaruh perhatian pada keberlanjutan program dan pentingnya membangun tata kelola koperasi yang sehat, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan berkembang secara ekonomi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai program pembinaan teritorial yang selama ini dijalankan Kodim 1803/Fakfak. Hasil peninjauan diharapkan menjadi bahan masukan untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat di wilayah Papua Barat, khususnya di daerah-daerah yang masih membutuhkan penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Di tengah tantangan pembangunan wilayah yang luas dan beragam, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di Bomberai menjadi simbol bahwa pembangunan dapat dimulai dari kampung. Dengan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, harapan tentang kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar wacana, melainkan proses yang sedang tumbuh dan terus diperkuat.
Kunjungan Pangdam XVIII/Kasuari berakhir dalam suasana aman dan kondusif. Namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih besar dari sekadar agenda peninjauan. Di Bomberai, Pangdam melihat langsung bagaimana semangat gotong royong, kerja keras, dan pembinaan yang berkelanjutan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook