Waktu Mepet & Terbatas Dana, Pelepasan Siswa SMA Negeri 13 Ambon Tetap Sukses dan Aman

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 23 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Waktu Mepet & Terbatas Dana, Pelepasan Siswa SMA Negeri 13 Ambon Tetap Sukses dan Aman

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Di tengah waktu persiapan yang sangat mepet dan keterbatasan anggaran, acara pelepasan siswa kelas XII SMA Negeri 13 Ambon Tahun Ajaran 2025–2026 tetap berjalan aman, tertib, dan lancar. Meskipun awalnya direncanakan digelar di lingkungan sekolah, perubahan lokasi ke Auditorium Universitas Pattimura Ambon pun dilakukan demi mengantisipasi kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 13 Ambon, Rosmini Rafani, S.Pd., M.Pd., mengaku bangga dan bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, tantangan sudah terasa sejak tahap persiapan, mengingat Surat Keputusan (SK) penyelenggaraan baru terbit pada bulan April, padahal pelaksanaan harus sudah terlaksana di bulan Mei.

“Persiapan kami sangat singkat dan waktu terasa sangat mepet. Belum lagi dana yang kami gunakan murni bersumber dari sumbangan sukarela orang tua siswa, sama sekali tidak ada paksaan. Namun, Alhamdulillah, meski dengan segala keterbatasan dan kekurangan, saya merasa puas karena acara hari ini berjalan dengan aman dan lancar,” ungkap Rosmini saat diwawancarai usai acara, Sabtu (23/5/2026).

Perubahan lokasi acara pun menjadi keputusan mendadak yang diambil panitia bersama pihak sekolah. Empat hari sebelum pelaksanaan, rencana awal menggelar acara di halaman sekolah akhirnya dibatalkan setelah melihat prediksi dan kondisi cuaca yang kurang memungkinkan. Hasil keputusan bersama, acara pun dipindahkan ke gedung Auditorium Universitas Pattimura Ambon.

Salah satu hal yang paling dibanggakan Rosmini sebagai ketua panitia untuk kelima kalinya ini adalah adanya perubahan pola pikir dari para siswa. Menurutnya, kegiatan pelepasan ini sengaja dikemas sebagai wadah penampung aspirasi dan keinginan siswa, sekaligus langkah strategis mencegah kebiasaan konvoi yang kerap menimbulkan kemacetan dan gangguan ketertiban umum.

“Tujuan utama kami adalah mendengar aspirasi dan berpihak pada keinginan siswa. Biasanya, seusai kelulusan mereka selalu melakukan konvoi. Maka dari itu, kami berdiskusi dan menjaring pendapat mereka, dan para siswa pun berjanji tidak akan melakukan konvoi, asalkan sekolah mengadakan acara pelepasan resmi seperti ini. Kami dukung hal itu, karena ini bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di masyarakat,” jelasnya.

Sebagai sosok yang telah lima kali memimpin kepanitiaan acara serupa, Rosmini menilai pendekatan komunikasi dan kepercayaan kepada siswa menjadi kunci keberhasilan kali ini. Ia berharap, tradisi positif ini terus terjaga agar momen kelulusan selalu menjadi peristiwa yang membanggakan, tertib, dan penuh kenangan indah bagi seluruh warga sekolah maupun masyarakat Ambon.

(M.N)