ALIANSI PEMUDA AMUNGSA SAMBUT KUNJUNGAN KOMISI III DPR RI, DESAK RESES TERBUKA AGAR RAKYAT PAPUA BISA BICARA LANGSUNG

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

ALIANSI PEMUDA AMUNGSA SAMBUT KUNJUNGAN KOMISI III DPR RI, DESAK RESES TERBUKA AGAR RAKYAT PAPUA BISA BICARA LANGSUNG

ALIANSI PEMUDA AMUNGSA SAMBUT KUNJUNGAN KOMISI III DPR RI, DESAK RESES TERBUKA AGAR RAKYAT PAPUA BISA BICARA LANGSUNG

Mimika, Papua Tengah Kabarsulselindonesia.web.id  – Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika menyambut kedatangan rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang melakukan kunjungan kerja di Provinsi Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika. Namun, penyambutan tersebut disertai harapan besar agar kunjungan para wakil rakyat tidak berhenti pada agenda seremonial semata, melainkan benar-benar menjadi ruang untuk mendengar dan memperjuangkan suara masyarakat.24/07/2026

Ketua Aliansi Pemuda Amungsa (APA) Kabupaten Mimika, Hellois Kemong, menegaskan bahwa masyarakat Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP), membutuhkan perhatian nyata dari DPR RI terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi. Menurutnya, suara rakyat harus menjadi prioritas utama dalam setiap agenda kunjungan kerja.

"Kami menyambut baik kehadiran Komisi III DPR RI di Kabupaten Mimika. Namun kami berharap kunjungan ini bukan sekadar seremoni atau pertemuan terbatas dengan pejabat pemerintah. Yang merasakan langsung berbagai persoalan di daerah ini adalah masyarakat. Karena itu, rakyat harus diberi ruang untuk menyampaikan aspirasinya secara terbuka," tegas Hellois.

APA meminta agar agenda reses atau dialog bersama Komisi III DPR RI dilaksanakan secara terbuka, misalnya di Gedung Eme Neme Yauware, sehingga masyarakat luas, terutama Orang Asli Papua, dapat hadir dan menyampaikan langsung berbagai persoalan, mulai dari penegakan hukum, perlindungan hak masyarakat adat, pelayanan publik, hingga berbagai persoalan sosial yang selama ini menjadi perhatian warga.

Menurut Hellois, keterbukaan merupakan bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat untuk didengar oleh para wakil rakyat. Ia menilai DPR RI memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menyerap aspirasi rakyat secara langsung, bukan hanya menerima laporan dari pemerintah atau pihak-pihak tertentu.

"Kami ingin DPR RI mendengar langsung suara masyarakat. Jangan sampai aspirasi rakyat hanya disampaikan melalui perantara sehingga tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Kehadiran DPR RI harus menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh keadilan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi," ujarnya.

Aliansi Pemuda Amungsa berharap kunjungan Komisi III DPR RI menghasilkan langkah-langkah konkret yang berpihak kepada kepentingan masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika. Kehadiran wakil rakyat diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan, penegakan hukum yang berkeadilan, serta perlindungan hak-hak masyarakat adat.

APA menegaskan bahwa pembangunan dan penegakan hukum di Papua harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap aspirasi masyarakat. Karena itu, DPR RI diharapkan benar-benar hadir sebagai representasi rakyat yang mendengar, memahami, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda kunjungan formal.

Editor: Bruce Elang