Ketika Usia Tak Menghentikan Langkah: Turnamen Mini Soccer 40 Tahun Fakfak Jadi Panggung Persaudaraan dan Semangat Tanpa Batas

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 15 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ketika Usia Tak Menghentikan Langkah: Turnamen Mini Soccer 40 Tahun Fakfak Jadi Panggung Persaudaraan dan Semangat Tanpa Batas

Pesan Bupati Samaun Dahlan: Olahraga Bukan Sekadar Kompetisi, Tetapi Cara Merawat Kebersamaan dan Menginspirasi Generasi Muda

 

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Senja mulai turun di langit Kota Pala Tomandin. Namun, semangat para pemain yang memenuhi Stadion 16 November Kompleks Puncak Onim justru menyala terang. Di lapangan itu, usia bukan menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Mereka datang membawa cerita, pengalaman, dan satu pesan yang sama: semangat olahraga tidak mengenal batas waktu.

Suasana itulah yang mewarnai pembukaan Turnamen Mini Soccer Usia 40 Tahun Kabupaten Fakfak, Senin (15/6/2026). Kegiatan olahraga yang mempertemukan para pemain senior ini dibuka secara resmi melalui sambutan Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP yang dibacakan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Fakfak, Arif Rumagesan, S.Sos., M.Si.

Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, turnamen tersebut bukan hanya sekadar pertandingan sepak bola mini. Ia menjadi ruang pertemuan berbagai generasi, tempat silaturahmi dirawat, kesehatan dijaga, dan semangat kebersamaan kembali dirajut melalui olahraga.

Dalam sambutan Bupati Fakfak, disampaikan apresiasi dan penghargaan kepada panitia pelaksana serta semua pihak yang telah bekerja keras menghadirkan kegiatan tersebut.

Menurut Bupati, olahraga memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang sehat dan kuat.

“Turnamen seperti ini memiliki makna penting, bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebugaran di usia yang tidak lagi muda,” pesan Bupati.

Pernyataan itu seolah menggambarkan bahwa lapangan hijau hari itu bukan hanya tempat mengejar kemenangan. Lebih dari itu, stadion menjadi ruang persaudaraan.

Para pemain yang pernah merasakan kerasnya persaingan sepak bola kini kembali berkumpul dalam suasana penuh keakraban.

Bupati menilai, olahraga usia 40 tahun ke atas memiliki nilai tersendiri. Selain menjaga kebugaran tubuh, kegiatan ini menghadirkan energi positif di tengah masyarakat.

“Olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga membangun kebersamaan, kesehatan, dan semangat hidup aktif,” ungkapnya.

Di hadapan para peserta, Bupati juga menitipkan pesan agar seluruh tim menjadikan turnamen sebagai ajang memperkuat persaudaraan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.

Sebab, dalam sebuah pertandingan, kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah pertandingan, namun kebersamaan dan kekompakan adalah hal yang paling utama,” tegasnya.

Turnamen ini juga membawa pesan penting bagi generasi muda Fakfak. Para pemain senior yang tampil di lapangan menjadi contoh bahwa kecintaan terhadap olahraga tidak berhenti karena usia.

Semangat mereka menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan, membangun disiplin, dan mencintai olahraga adalah bagian dari perjalanan hidup.

Pemerintah Kabupaten Fakfak, lanjut Bupati, akan terus mendukung kegiatan-kegiatan olahraga yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Karena olahraga, selain melahirkan prestasi, juga menjadi jembatan yang menghubungkan perbedaan, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana kehidupan yang harmonis.

Dengan penuh rasa syukur, Turnamen Mini Soccer Usia 40 Tahun Kabupaten Fakfak akhirnya resmi dibuka.

Sorak penonton, langkah para pemain, dan semangat yang terpancar dari lapangan Stadion 16 November menjadi gambaran bahwa olahraga tetap memiliki kekuatan besar: menyatukan manusia dalam satu semangat yang sama.

Di Fakfak, sepak bola bukan hanya permainan. Ia adalah bahasa persaudaraan.
 

 

Writter & Editor : Den