Donatus Nimbitkendik Dorong Fakfak Kelola Sampah dari Rumah: “Bukan Sekadar Dibuang, Tapi Dipilah dan Bernilai”

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Donatus Nimbitkendik Dorong Fakfak Kelola Sampah dari Rumah: “Bukan Sekadar Dibuang, Tapi Dipilah dan Bernilai”

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Wakil Bupati Fakfak, Drs. Donatus Nimbitkendik, M.T., mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Menurut dia, sampah bukan semata persoalan yang harus dibuang, melainkan material yang dapat dipilah, diolah, dan kembali memberi manfaat ekonomi.

Pesan itu disampaikan Donatus saat menghadiri peluncuran strategi Dual Track Ecosystem di Kelurahan Fakfak Utara, Kamis, 3 September 2026. Ia menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah seorang diri. Pengelolaannya harus dimulai dari rumah dan melibatkan masyarakat hingga tahap pengolahan.

“Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama. Dimulai dari rumah, dipilah, kemudian diolah sesuai jenisnya,” ujar Donatus.

Strategi Dual Track Ecosystem menerapkan dua jalur pengelolaan. Sampah organik dikelola melalui Sentra Komposting Komunal, sementara sampah anorganik bernilai ekonomi dikumpulkan melalui Digitalisasi Bank Sampah.

Sisa makanan dan sampah organik rumah tangga, misalnya, dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung pertanian dan perkebunan masyarakat, termasuk perkebunan pala. Adapun botol plastik, karton, dan kertas dipilah dan dikumpulkan melalui bank sampah dengan dukungan sistem digital.

Bagi Donatus, model tersebut tidak hanya berbicara tentang kebersihan lingkungan. Jika dikelola secara konsisten, sampah dapat menjadi bagian dari ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Program ini juga diarahkan untuk memperkuat visi pembangunan Kabupaten Fakfak melalui program unggulan “Bersih Kotaku”. Pemerintah ingin persoalan sampah ditangani secara lebih tertib, transparan, produktif, dan berkelanjutan.

Donatus kemudian mengajak seluruh unsur masyarakat menghidupkan kembali semangat kearifan lokal “Satu Tungku Tiga Batu” dalam pengelolaan lingkungan. Pemerintah, PKK, komunitas, pemuda, hingga masyarakat di tingkat RT dan kampung dinilai memiliki peran yang sama penting.

Ia meminta perangkat daerah, pemerintah distrik, lurah, kepala kampung, kader PKK, pemuda, dan masyarakat tidak melihat Dual Track Ecosystem sebagai sekadar program pemerintah. Menurut dia, keberhasilannya sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat sehari-hari.

Dari Fakfak Utara, pesan yang dibawa Donatus sederhana: kebersihan kota tidak dimulai dari tempat pembuangan akhir, tetapi dari rumah setiap warga.

Jika pola itu tumbuh menjadi kebiasaan bersama, sampah tidak lagi sekadar persoalan lingkungan. Ia dapat menjadi sumber daya, membuka nilai ekonomi baru, sekaligus menopang cita-cita Fakfak sebagai daerah yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

 

Writter & Editor : Den