PDAM Tirta Yapono Alokasikan Sumber Air Khusus untuk Pertamina dan Citra Land, Prioritas Tetap untuk Masyarakat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PDAM Tirta Yapono Alokasikan Sumber Air Khusus untuk Pertamina dan Citra Land, Prioritas Tetap untuk Masyarakat

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Direktur PDAM Tirta Yapono, Pieter Saimima, menyampaikan bahwa pihaknya telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Citra Land. Penandatanganan ini dilakukan usai mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di ruangan ULA Balai Kota Ambon, Senin (4/5/2026)

Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen memenuhi kebutuhan air bersih yang merupakan hak dasar setiap warga, sekaligus menjalankan program prioritas Wali Kota Ambon yang menempatkan akses air bersih sebagai kebutuhan utama pembangunan.

Menurut Pieter, kerja sama ini juga menjadi solusi atas masalah yang selama ini terjadi. Selama ini, pasokan air untuk kedua perusahaan tersebut masih menggunakan saluran yang sama dengan yang dinikmati masyarakat. Akibatnya, sering kali terjadi persaingan kebutuhan, bahkan ada situasi di mana ketika permintaan dari perusahaan meningkat, pasokan untuk masyarakat justru terganggu.

“Prinsip kita jelas: masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Kalau sebelumnya mereka masih berbagi sumber, maka ketika kebutuhan perusahaan naik, masyarakatlah yang sering harus menunggu atau berkurang pasokannya. Oleh karena itu, kita benahi sistemnya sekarang,” ujar Piter kepada wartawan

Mulai bulan ini dan seterusnya, PDAM telah menyediakan dan membangun sumber pasokan air tersendiri yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan operasional Pertamina dan Citra Land. Dengan skema ini, pasokan air untuk kedua perusahaan tersebut dijamin lancar tanpa harus mengorbankan hak masyarakat.

Menariknya, sumber air khusus tersebut juga memiliki fungsi cadangan yang bermanfaat bagi publik. “Jika sewaktu-waktu kedua perusahaan itu tidak menggunakan kapasitas penuh atau sedang tidak membutuhkan, maka sumber cadangan itu akan langsung kita alihkan untuk kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dengan pengaturan baru ini, Pieter meyakini bahwa persoalan distribusi air yang selama ini dikeluhkan tidak akan terulang lagi. Baik kepentingan dunia usaha maupun kebutuhan dasar warga kota dapat berjalan beriringan secara adil dan berkelanjutan.

(M.N)