Kadis BPPKB Ambon Buka Suara: Data Stunting Turun Signifikan, Masalah Utama Ada di Penyelarasan Laporan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 02 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kadis BPPKB Ambon Buka Suara: Data Stunting Turun Signifikan, Masalah Utama Ada di Penyelarasan Laporan

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BPPKB) Kota Ambon, Welly Patty, memberikan penjelasan mendalam terkait catatan kinerja pembangunan daerah, khususnya penanganan stunting, usai sorotan tajam Wali Kota Ambon soal lemahnya pelaporan ke pusat. Ditemui di kantor Balai Kota, Selasa (2/6/2026), Welly menegaskan jajarannya sudah bekerja maksimal, namun kendala utama terletak pada penyelarasan data antara laporan daerah dan sistem pemantauan nasional.

Menurut Welly, Bappeda berperan sebagai leading sektor yang memantau dan mengoordinasikan seluruh kerja OPD. Seluruh kegiatan dan capaian BPPKB sebenarnya sudah dilaporkan lengkap ke dalam sistem pemantauan web. Namun, kendala muncul saat data yang masuk di pusat tidak sama persis dengan apa yang sudah dikirimkan pihaknya.

"Kita sudah lapor semua kemarin, lengkap. Tapi saat dicek di sistem pusat, datanya berbeda. Padahal kerja kita sudah maksimal. Seperti arahan Wali Kota, tugas kita sekarang adalah memastikan data di daerah sama persis dengan yang tercatat di pusat. Ini tugas bersama kita dan Bappeda untuk mengawal pelaporan ini sampai benar-benar selaras," tegas Welly.

Ia menjelaskan, Bappeda memegang peran kunci dalam hal ini karena menjadi satu-satunya pihak yang memiliki akses penuh dan pemahaman mendalam terhadap alur data. Ke depannya, pihaknya akan mengawasi ketat kinerja para petugas administrasi agar proses penginputan data berjalan akurat dan tidak lagi terjadi perbedaan angka.

Dalam penanganan stunting sendiri, Welly memaparkan pembagian tugas yang jelas antarinstansi. Bappeda memimpin koordinasi umum, sementara penanganan dibagi menjadi dua kategori: aspek spesifik menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, sedangkan aspek sensitif melibatkan lintas sektor mulai dari BKKBN, PUPR, Pendidikan, Dampak Lingkungan, hingga Perikanan dan Pertanian.

Hasil kerja keras bersama ini, kata Welly, sudah terlihat nyata. Berdasarkan data Sistem Kesehatan Integrasi (SKI) dari Kementerian Kesehatan, Kota Ambon tercatat sebagai satu dari 11 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.

"Data menunjukkan penurunan drastis hingga menyentuh angka 19 persen. Ini pencapaian bagus karena sudah berada di bawah angka 20 persen. Artinya kita sudah di jalur yang benar. Langkah selanjutnya tinggal memperkuat sosialisasi pola asuh yang baik ke masyarakat agar penurunan terus berlanjut," ungkapnya penuh optimis.

Welly menegaskan, kendala teknis pelaporan tidak boleh menutupi fakta bahwa kinerja di lapangan sudah berjalan efektif. Sinergi antara OPD dan Bappeda kini difokuskan sepenuhnya untuk memastikan setiap capaian kerja tercatat, terdata, dan terapresiasi dengan tepat di tingkat nasional.

(M.N)