Kapolda Maluku: Kamtibmas Kondusif, Polri Terus Berbenah Hadapi Tantangan Masa Depan
Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Usai memimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Lapangan Tahapari Polda Maluku, Tantui, Rabu (1/6/2026) Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si mengungkapkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Maluku saat ini berjalan aman dan kondusif. Ia menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari persatuan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
-Kondisi Terkini dan Tantangan ke Depan
“Kami bersyukur situasi Kamtibmas di Maluku saat ini terkendali. Semua pihak bersatu padu menjaganya. Namun kondisi ini harus terus dipelihara, karena tantangan ke depan tidak akan semakin ringan,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan lingkungan strategis, perkembangan teknologi, keterbatasan sumber daya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan utama yang harus dikelola dengan baik. Ia mengakui, kinerja Polri saat ini belum sempurna dan masih banyak hal yang perlu diperbaiki agar dapat memenuhi harapan masyarakat.
“Hari Bhayangkara ini menjadi momen refleksi dan koreksi diri. Kami sangat mengharapkan masukan dan saran yang membangun agar pelayanan kepolisian dari waktu ke waktu bisa semakin baik dan mendukung kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Maluku,” tegasnya.
-Polri yang Bermoral, Profesional, dan Modern
Kapolda menjelaskan arah pembenahan organisasi dan personel ke depan, yaitu menciptakan Polri yang bermoral, profesional, dan modern. Ketiga unsur ini harus berjalan seiring:
“Pintar tapi tidak bermoral tidak berguna; bermoral tapi tidak profesional juga tidak cukup. Ditambah lagi, harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.”
Ia juga menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat. “Polri harus menjadi pendengar yang baik, tanggap terhadap keluhan dan harapan warga. Itu wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” tambahnya.
-Mengatasi Keterbatasan Wilayah dan Sumber Daya
Dihadapkan pada kondisi geografis Maluku yang terdiri dari ribuan pulau terpencil, serta ketersediaan personel yang baru terpenuhi sekitar 60%, Kapolda mengakui adanya tantangan logistik, transportasi, dan komunikasi. Namun, ia melihat solusi melalui pendekatan pemolisian berbasis komunitas.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Di sinilah kekayaan budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal Maluku menjadi kekuatan. Peran Raja, tokoh adat, agama, dan masyarakat menjadi garda terdepan menjaga kedamaian di lingkungannya masing-masing. Sinergi inilah yang membuat kami tetap bisa mengawal keamanan hingga ke pulau-pulau terluar,” pungkasnya.
(M.N)

























Komentar via Facebook