Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Ketua PWI Maluku Tenggara Dukung Kejaksaan Perangi Korupsi dan Tegakkan Hukum Berintegritas
Hari Bhakti Adhyaksa ke-66, Ketua PWI Maluku Tenggara Dukung Kejaksaan Perangi Korupsi dan Tegakkan Hukum Berintegritas
Langgur, Kabarsulselindonesia.web.id – Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-66 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen penegakan hukum yang bersih, profesional, dan berkeadilan. Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap pemberantasan korupsi dan supremasi hukum, Kejaksaan dituntut semakin berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Maluku Tenggara, Agustinus B. Rahakbauw, dalam ucapan Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 yang ditujukan kepada seluruh insan Adhyaksa di Indonesia.23/07/2026
Menurut Rahakbauw, Kejaksaan memiliki peran strategis sebagai benteng terakhir dalam menjaga keadilan, kepastian hukum, dan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Karena itu, integritas dan independensi Korps Adhyaksa harus tetap dijaga dari segala bentuk intervensi maupun kepentingan tertentu.
"Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66. Semoga Kejaksaan Republik Indonesia terus menjadi institusi penegak hukum yang profesional, berintegritas, berani menindak setiap pelanggaran hukum, serta tidak pernah tebang pilih dalam menegakkan keadilan," ujar Rahakbauw.
Ia menilai, keberhasilan penegakan hukum tidak hanya diukur dari banyaknya perkara yang ditangani, tetapi juga dari keberanian aparat menindak siapa pun yang terbukti melanggar hukum tanpa membedakan jabatan, status sosial, maupun kekuasaan.
Rahakbauw juga menegaskan bahwa pers dan Kejaksaan memiliki tanggung jawab moral yang sama dalam menjaga demokrasi dan kepentingan publik. Pers menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, sementara Kejaksaan memastikan supremasi hukum ditegakkan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Menurutnya, kolaborasi yang sehat antara insan pers dan aparat penegak hukum akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum sekaligus menjadi benteng dalam melawan korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta berbagai bentuk kejahatan yang merugikan negara dan rakyat.
Rahakbauw berharap semangat Hari Bhakti Adhyaksa ke-66 menjadi energi baru bagi Kejaksaan untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga marwah institusi, dan menghadirkan keadilan yang benar-benar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
"Hukum harus menjadi panglima. Kejaksaan harus tetap tegak, berintegritas, independen, dan tidak boleh tunduk pada tekanan apa pun. Penegakan hukum yang adil adalah fondasi utama negara hukum yang kuat," tegas Agustinus B. Rahakbauw.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya penegakan hukum yang bersih dan berkeadilan sebagai bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi serta menjunjung tinggi supremasi hukum.

























Komentar via Facebook