Kerapu Maluku Kuasai Pasar Hong Kong, 4,6 Ton Ikan Premium Terbang dari Maluku Tenggara
Kerapu Maluku Kuasai Pasar Hong Kong, 4,6 Ton Ikan Premium Terbang dari Maluku Tenggara
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Saat banyak daerah masih berbicara soal potensi, Maluku Tenggara membuktikannya dengan aksi nyata. Sebanyak 4,6 ton ikan kerapu hidup premium berhasil diekspor ke Hong Kong pada awal Juni 2026, menegaskan bahwa hasil laut Maluku semakin diperhitungkan di pasar internasional.
Ekspor sebanyak 4.625 kilogram tersebut dilakukan CV Yong Fisheries melalui pelabuhan ekspor di wilayah kerja Bea Cukai Tual menggunakan Kapal MV Great Fortune dari perairan Dusun Ubur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Pengiriman ini bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa. Di balik ribuan kilogram kerapu yang berangkat menuju Hong Kong, tersimpan pesan kuat bahwa komoditas laut Maluku mampu menembus pasar yang dikenal sangat selektif terhadap kualitas dan kesegaran produk.
Hingga awal Juni 2026, total ekspor kerapu hidup dari Maluku Tenggara telah mencapai 21.091 kilogram dengan nilai devisa sekitar USD 290.471. Angka tersebut menjadi bukti bahwa sektor perikanan Maluku bukan lagi pemain pinggiran, melainkan salah satu kekuatan ekonomi yang mulai menunjukkan taringnya di pasar global.
Hong Kong selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan ikan hidup terbesar di Asia. Hanya produk dengan kualitas terbaik yang mampu bertahan dan bersaing di pasar tersebut. Namun kerapu asal Maluku justru terus mendapat tempat dan permintaan yang stabil.
Jenis yang diekspor pun bukan ikan biasa. Mulai dari Kerapu Tikus, Kerapu Sunu, Kerapu Macan, Kerapu Batik hingga Kerapu Bakau, seluruhnya merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang banyak diburu restoran premium dan industri kuliner kelas atas.
Keberhasilan ekspor yang terus berulang ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa wilayah timur Indonesia hanya menjadi penonton dalam perdagangan internasional. Dari perairan Maluku Tenggara, produk perikanan lokal kini mampu menembus rantai pasok global dan menghasilkan devisa miliaran rupiah.
Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan pasar dunia, capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor kelautan masih menjadi salah satu senjata utama Maluku untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan usaha, serta meningkatkan pendapatan nelayan dan pelaku perikanan.
Jika tren ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Maluku Tenggara akan semakin dikenal dunia sebagai salah satu pemasok ikan kerapu hidup premium terbaik dari Indonesia.
Dari laut Maluku menuju pasar internasional, kerapu premium kini bukan hanya komoditas ekspor, tetapi simbol kekuatan ekonomi biru yang sedang bangkit dari timur Indonesia.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook