HUT Ke-65 IKWI: Bentengi Keluarga Pers, Jaga Budaya Nusantara di Tengah Gempuran Era Digital

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

HUT Ke-65 IKWI: Bentengi Keluarga Pers, Jaga Budaya Nusantara di Tengah Gempuran Era Digital

HUT Ke-65 IKWI: Bentengi Keluarga Pers, Jaga Budaya Nusantara di Tengah Gempuran Era Digital

Jakarta, Kabarsulselindonesia.web.id – Di tengah derasnya arus digitalisasi, disrupsi informasi, dan semakin kuatnya pengaruh budaya global, Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) menegaskan komitmennya menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan keluarga pers sekaligus menjaga kelestarian budaya Nusantara. Bagi IKWI, keluarga yang kuat merupakan fondasi utama lahirnya insan pers yang profesional, berintegritas, dan berkarakter.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 IKWI bertema "Bersama IKWI Kita Lestarikan Adat dan Budaya Daerah Indonesia", yang digelar secara hibrida di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall, LSPR Institute of Communication and Business, Sudirman Park Campus, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Perayaan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga besar insan pers, tetapi juga menghadirkan edukasi mengenai transisi energi melalui webinar nasional serta Lomba Fashion Show Busana Adat Nusantara yang diikuti perwakilan IKWI dari 18 provinsi.

Ketua Umum IKWI Pusat, Indah Kirana, menegaskan bahwa usia 65 tahun bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi organisasi dalam mendampingi keluarga wartawan sekaligus terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

  "Enam puluh lima tahun adalah bukti ketahanan dan konsistensi IKWI. Kami akan terus memperkuat digitalisasi organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas program pemberdayaan perempuan agar memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat," ujar Indah.

Menurutnya, IKWI tidak hanya menjadi organisasi pendamping keluarga wartawan, tetapi juga terus mendorong penguatan ekonomi keluarga, pendidikan, literasi, kegiatan sosial, hingga pelestarian budaya sebagai identitas bangsa yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, turut memberikan apresiasi atas dedikasi IKWI yang selama lebih dari enam dekade menjadi mitra strategis Persatuan Wartawan Indonesia.

Ia menilai, di tengah maraknya disinformasi dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat, ketahanan keluarga menjadi benteng utama dalam menjaga independensi dan profesionalisme wartawan.

   "IKWI harus terus menjadi pilar yang kuat bagi keluarga pers Indonesia. Solidaritas keluarga merupakan modal utama menjaga integritas, profesionalisme, dan ketahanan insan pers menghadapi tantangan zaman," tegas Munir.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Atal S. Depari, Dewan Penasihat PWI Pusat Kemal Effendi Gani dan Basril Basyar, Wakil Ketua Dewan Pembinaan Daerah PWI Pusat Novrizon Burman, serta Wakil Ketua Departemen TNI-Polri PWI Pusat Musrifah.

Ketua Panitia HUT ke-65 IKWI, Rahmayulis Saleh, menjelaskan bahwa pemilihan tema budaya merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda agar tidak tergerus arus globalisasi.

Selain seremoni, IKWI juga menggelar Webinar Nasional "Transformasi Penggunaan Kompor Gas ke Listrik" dengan menghadirkan Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut memberikan wawasan kepada anggota mengenai tantangan dan peluang transisi energi di Indonesia.

 "Kami ingin peringatan HUT ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi menjadi ruang edukasi yang memperluas wawasan anggota sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa," ujar Rahmayulis.

Semangat pelestarian budaya semakin terasa melalui Lomba Fashion Show Busana Adat Nusantara. Para peserta tidak hanya menampilkan busana khas daerah masing-masing, tetapi juga memaparkan filosofi, sejarah, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Penampilan peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas desainer Nina Nugroho, Sonny Muchlison, dan Amy Atmanto.

Berdasarkan hasil penilaian, IKWI Provinsi Sumatera Barat berhasil meraih Juara Umum untuk kategori Best Costume & Appearance sekaligus Best Performance.

Sementara Juara I diraih IKWI Provinsi Riau, Juara II oleh IKWI Provinsi Lampung, Juara III diraih IKWI Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan penghargaan Best Catwalk diberikan kepada IKWI Provinsi Kepulauan Riau.

Indah Kirana menegaskan, pelestarian budaya bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab bersama agar identitas bangsa tetap hidup di tengah derasnya modernisasi.

  "Kami ingin seluruh anggota IKWI menjadi bagian dari gerakan melestarikan adat dan budaya daerah agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," tegasnya.

Rangkaian HUT ke-65 IKWI ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi yang berdiri sejak 19 Juli 1961.

Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa IKWI akan terus memperkuat solidaritas keluarga wartawan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas pemberdayaan perempuan, serta mempererat sinergi bersama PWI dalam mendukung kemajuan pers nasional yang profesional, independen, dan berintegritas.

Perayaan HUT ke-65 IKWI dihadiri ratusan pengurus dan anggota dari berbagai daerah dengan dukungan Telkom Indonesia, LSPR Institute of Communication and Business, PLN, Kantor Berita ANTARA, Pegadaian, Paragon Corp, JNE, PT Nina Nugroho, Royal Gallery, Tarzan Photo & Bridal, serta sejumlah mitra lainnya.

Editor: Bruce Elang