Pala Tomandin Naik Kelas, Fakfak Bidik Pusat Oleh-Oleh Khas Daerah

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 13 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Pala Tomandin Naik Kelas, Fakfak Bidik Pusat Oleh-Oleh Khas Daerah

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pala Tomandin tak lagi cukup dipasarkan sebagai biji dan fuli. Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak mulai mendorong komoditas unggulan daerah itu memasuki babak baru: diolah menjadi beragam produk makanan dan minuman, dipasarkan melalui ruang promosi bersama, dan dikembangkan sebagai fondasi pusat oleh-oleh khas Fakfak.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan Rumah Pamer (Display) Produk Pala, sebuah ruang promosi yang dirancang untuk mempertemukan kreativitas kelompok binaan, inovasi pengolahan, dan peluang pemasaran produk turunan pala.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menilai rumah pamer itu memiliki posisi strategis dalam memperkuat hilirisasi Pala Tomandin. Bukan sekadar tempat memajang produk, fasilitas tersebut diharapkan menjadi proyek percontohan bagi pengembangan pusat oleh-oleh berbasis komoditas lokal.

Gagasan itu mengemuka dalam diskusi bersama Tim Patriot Weri-Saharey, Politeknik Negeri Fakfak (Polinef), dan kelompok binaan Dinas Perkebunan Fakfak.

“Rumah pamer ini kita harapkan menjadi salah satu pusat oleh-oleh khas Fakfak berbasis Pala Tomandin. Kita ingin berbagai produk hasil kreativitas masyarakat dapat ditampilkan dalam satu tempat, sehingga masyarakat dan pengunjung mengenal bahwa pala tidak hanya dimanfaatkan sebagai biji dan fuli, tetapi juga dapat diolah menjadi beragam produk makanan, minuman, dan produk turunan lainnya yang memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Dari hasil kebun menuju nilai tambah

Diversifikasi produk menjadi salah satu pintu untuk memperluas manfaat ekonomi pala. Jika selama ini komoditas tersebut lebih dikenal melalui perdagangan biji dan fuli, pengembangan produk olahan membuka ruang bagi kelompok binaan untuk menghadirkan nilai ekonomi melalui kreativitas, pengolahan, dan penguatan identitas produk.

Sejumlah produk telah dikembangkan, antara lain Wajik Pala Tomandin, Nambarbarak Wingko Pala, Sifon Pala, Sifon Manisan Pala, Risoles Pala, Roll Cake Pala, dan Saraba Pala. Berbagai inovasi tersebut memperlihatkan bahwa pala berpotensi hadir dalam bentuk produk yang lebih dekat dengan kebutuhan konsumen sehari-hari.

Dinas Perkebunan juga mulai memanfaatkan sejumlah produk olahan pala untuk konsumsi dalam kegiatan rapat. Langkah ini menjadi salah satu bentuk pengenalan produk lokal di lingkungan pemerintah sekaligus membuka ruang pemanfaatan produk hasil kreativitas kelompok binaan.

Namun, potensi tersebut membutuhkan pengembangan berkelanjutan. Kreativitas menghasilkan produk perlu diikuti dengan konsistensi mutu, keamanan pangan, kemasan yang menarik, identitas produk yang kuat, serta kepastian akses pasar.

Di titik inilah Rumah Pamer Produk Pala diharapkan memainkan peran lebih besar: bukan hanya memperlihatkan hasil produksi, melainkan membantu membangun ekosistem usaha yang menghubungkan kelompok binaan dengan konsumen.

Kolaborasi menjadi kunci

Pengembangan produk turunan pala melibatkan kolaborasi lintas pihak. Dinas Perkebunan, Tim Patriot Weri-Saharey, Polinef, dan kelompok binaan didorong untuk memperkuat inovasi, kualitas pengolahan, desain kemasan, serta strategi pemasaran.

Produk binaan Tim Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) turut menjadi bagian dari pengembangan kreativitas pengolahan dan pengemasan berbahan baku pala.

Kolaborasi tersebut penting agar inovasi tidak berhenti sebagai kegiatan percontohan atau sekadar menghasilkan varian produk baru. Hasil pengembangan perlu diarahkan menuju produk yang memiliki standar mutu, daya saing, dan peluang penjualan yang berkelanjutan.

Widhi menegaskan, Dinas Perkebunan akan terus mendorong kreativitas masyarakat dan kelompok binaan dalam mengembangkan pemanfaatan Pala Tomandin. Rumah pamer diharapkan menjadi ruang bersama bagi kelompok binaan, koperasi, serta kelompok usaha perhutanan sosial untuk memperkenalkan hasil olahan mereka kepada pasar yang lebih luas.

Dengan ruang promosi terpusat, para pelaku usaha berpeluang memperkuat jejaring pemasaran sekaligus memperkenalkan keragaman produk lokal kepada masyarakat dan pengunjung dari luar daerah.

Menjadikan pala identitas ekonomi Fakfak

Bagi Fakfak, pengembangan hilirisasi pala bukan semata-mata soal menambah jenis produk. Lebih jauh, langkah ini membuka peluang agar manfaat ekonomi komoditas unggulan daerah dapat menjangkau lebih banyak kelompok usaha dan masyarakat.

Rumah Pamer Produk Pala diharapkan berkembang menjadi salah satu destinasi promosi dan pusat oleh-oleh khas Fakfak yang mengangkat Pala Tomandin sebagai identitas daerah.

Tantangannya adalah memastikan rumah pamer tersebut tidak berhenti sebagai etalase. Keberhasilan perlu ditopang oleh pengelolaan yang berkelanjutan, ketersediaan produk, kualitas yang terjaga, promosi yang konsisten, dan akses pembelian yang mudah bagi konsumen.

Jika dikelola dengan baik, rumah pamer dapat menjadi penghubung antara potensi perkebunan, inovasi akademisi, dan kreativitas kelompok binaan. Pala tidak hanya dikenal karena hasil panennya, tetapi juga karena produk olahan yang lahir dari kreativitas masyarakat Fakfak.

 

Writter & Editor : Den