Wabup Malra Sambut Suporter Piala Dunia, Siap Gelar Pawai Akbar: Rival di Lapangan, Bersaudara di Kei
Wabup Malra Sambut Suporter Piala Dunia, Siap Gelar Pawai Akbar: Rival di Lapangan, Bersaudara di Kei
Malra, Kabarsulselindonesia.web.id – Menjelang puncak euforia Piala Dunia 2026, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan dukungan penuh terhadap semangat persatuan yang dibangun para suporter sepak bola lintas negara.
Hal itu terlihat saat Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menerima audiensi Ketua KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, Ketua KNPI Kota Tual, serta para ketua komunitas suporter Argentina, Brasil, Belanda, Portugal dan sejumlah negara peserta Piala Dunia lainnya.08/06/2026
Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa. Di tengah memanasnya persaingan antarnegara di arena sepak bola dunia, para pemuda Maluku Tenggara justru memperlihatkan wajah berbeda: bersatu dalam keberagaman dukungan dan sepakat menjaga kedamaian daerah.
Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam memberikan apresiasi tinggi kepada KNPI dan seluruh komunitas suporter yang dinilai berhasil menghadirkan semangat sportivitas dan persaudaraan di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia.
"Ini yang harus menjadi contoh. Boleh berbeda dukungan, boleh berbeda warna jersey, tetapi persaudaraan sebagai orang Kei, orang Maluku Tenggara dan Kota Tual harus tetap berada di atas segalanya," tegas Wakil Bupati.
Dalam audiensi tersebut juga dibahas pelaksanaan Pawai Akbar Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis mendatang pukul 14.00 WIT, dengan titik kumpul di Stadion Maren Pemda Langgur.
Kegiatan tersebut diperkirakan akan melibatkan ratusan bahkan ribuan suporter dari berbagai komunitas yang akan turun ke jalan merayakan pesta sepak bola terbesar dunia dalam suasana aman, tertib dan penuh kegembiraan.
Ketua KNPI Maluku Tenggara menegaskan bahwa pawai akbar ini bukan sekadar perayaan sepak bola, melainkan pesan kuat bahwa generasi muda mampu menjaga persatuan meski berbeda pilihan dan dukungan.
"Argentina, Brasil, Belanda, Portugal maupun negara lainnya boleh bertarung di lapangan. Tetapi di Maluku Tenggara dan Kota Tual, kami tetap satu keluarga. Tidak ada permusuhan, tidak ada provokasi, yang ada hanya sportivitas dan persaudaraan," ujarnya.
Momentum ini dinilai menjadi bukti bahwa sepak bola tidak selalu melahirkan rivalitas yang memecah belah. Sebaliknya, jika dikelola dengan baik, olahraga mampu menjadi alat pemersatu masyarakat lintas kelompok, usia, dan latar belakang.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap Pawai Akbar Piala Dunia 2026 dapat berlangsung meriah sekaligus menjadi simbol kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan.
Karena pada akhirnya, kemenangan tim favorit hanya berlangsung sesaat, tetapi persaudaraan dan persatuan masyarakat Maluku Tenggara harus tetap terjaga sepanjang masa.
Kamis nanti, Stadion Maren bukan hanya menjadi titik kumpul para suporter, tetapi juga panggung besar persatuan, sportivitas, dan kebanggaan masyarakat Maluku Tenggara.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook