Fikry Rahayaan Ingatkan Ancaman Perpecahan di Kei, KNPI Jangan Jadi Alat Politik Musiman

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Fikry Rahayaan Ingatkan Ancaman Perpecahan di Kei, KNPI Jangan Jadi Alat Politik Musiman

Fikry Rahayaan Ingatkan Ancaman Perpecahan di Kei, KNPI Jangan Jadi Alat Politik Musiman

JAKARTA Kabarsulselindonesia.web.id – Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Evav Jakarta-Jawa Barat, Fikry Rahayaan, melontarkan peringatan keras terhadap berbagai ancaman yang berpotensi menggerus persaudaraan masyarakat Kei. Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh menjadi penonton ketika konflik sosial, provokasi, dan polarisasi mulai mengancam nilai-nilai Ain ni Ain yang diwariskan leluhur.

Dalam Manifesto Kepemudaan Maluku Tenggara yang dirilis dari Jakarta, Selasa (9/6/2026), Fikry menilai ruang-ruang dialog dan mekanisme penyelesaian masalah di tengah masyarakat mulai melemah. Akibatnya, berbagai persoalan, mulai dari konflik antarkampung, sengketa tanah adat, perebutan sumber daya alam, hingga provokasi di media sosial, dengan mudah berkembang menjadi ketegangan sosial.

"Pemuda tidak boleh hanya berdiri di pinggir lapangan sambil menyaksikan konflik terjadi. Pemuda harus turun menjadi bagian dari solusi," tegas Fikry.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi masyarakat Kei saat ini jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, arus informasi yang tidak terkontrol, hingga menguatnya ego kelompok menjadi ancaman serius bagi kohesi sosial masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa pemuda Kei memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan mencegah perbedaan berubah menjadi perpecahan.

"Pemuda harus menjadi jembatan, bukan tembok. Menjadi perekat, bukan pemantik konflik," katanya.

Fikry juga menyinggung peran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maluku Tenggara. Menurutnya, organisasi kepemudaan terbesar itu tidak boleh kehilangan arah dan terjebak menjadi kendaraan kepentingan sesaat.

"KNPI tidak boleh sekadar hidup saat ada perebutan jabatan atau momentum politik. KNPI harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pendampingan, mediasi, edukasi, dan solusi," tegasnya.

Ia menekankan, KNPI harus menjadi rumah besar seluruh pemuda Kei tanpa dibatasi sekat kampung, agama, organisasi maupun afiliasi politik.

"Kalau KNPI hanya menjadi alat politik musiman, maka organisasi ini akan kehilangan ruh pengabdiannya. KNPI harus menjadi ruang rekonsiliasi dan laboratorium gagasan bagi masa depan Maluku Tenggara," ujarnya.

Fikry mengingatkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya proyek pembangunan atau besarnya investasi yang masuk. Menurutnya, kemajuan sejati lahir dari kemampuan masyarakat menjaga persaudaraan dan kepercayaan sosial.

"Tanpa persatuan, pembangunan hanya akan melahirkan kemajuan yang rapuh. Tanpa kedamaian, tidak ada masa depan yang benar-benar aman," katanya.

Dalam manifesto tersebut, Fikry juga menyebut kepemimpinan Fikri Tamher relevan untuk mendorong lahirnya gerakan kepemudaan yang lebih inklusif, responsif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ia mengajak seluruh pemuda Maluku Tenggara untuk kembali menghidupkan semangat Ain ni Ain sebagai fondasi kehidupan bersama.

"Pemuda yang menjaga persaudaraan adalah pemuda yang menjaga masa depan. Jangan biarkan ego, kepentingan kelompok, dan politik sesaat merusak warisan besar yang ditinggalkan para leluhur Kei," pungkasnya.

Editor : Bruce Elang