Dari Listrik ke Hilirisasi: Strategi Bupati Fakfak Menjadikan Pala dan Kelapa Mesin Baru Ekonomi Pesisir

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 08 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Listrik ke Hilirisasi: Strategi Bupati Fakfak Menjadikan Pala dan Kelapa Mesin Baru Ekonomi Pesisir

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Cahaya listrik yang kini menyala tanpa henti di Distrik Teluk Patipi menandai babak baru pembangunan kawasan pesisir Kabupaten Fakfak. Peresmian layanan listrik selama 24 jam bukan sekadar menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat, melainkan menjadi fondasi bagi percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk memperkuat sektor perkebunan melalui pengembangan komoditas unggulan, yakni pala dan kelapa. Kedua komoditas ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penyangga industri hilir yang tengah dikembangkan pemerintah daerah.

Dalam sambutannya saat meresmikan layanan listrik 24 jam di Teluk Patipi, Bupati Fakfak Samaun Dahlan mengajak masyarakat tidak berhenti pada rasa syukur atas hadirnya listrik, tetapi menjadikannya sebagai energi baru untuk meningkatkan produktivitas.

"Kita jangan hanya menikmati listrik 24 jam, tetapi juga harus memanfaatkannya untuk meningkatkan produksi. Saya mengajak seluruh masyarakat menanam pala dan kelapa. Dua komoditas ini merupakan masa depan ekonomi masyarakat Fakfak dan akan terus mendapat dukungan pemerintah," ujar Samaun.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor ekonomi masyarakat. Listrik yang kini tersedia sepanjang hari diharapkan mampu mendorong aktivitas produktif, mulai dari pengolahan hasil pertanian hingga tumbuhnya usaha-usaha baru di kampung-kampung pesisir.

Samaun menjelaskan, pengembangan komoditas kelapa merupakan tindak lanjut dari hasil audiensi Pemerintah Kabupaten Fakfak dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan dukungan pemerintah pusat terhadap program hilirisasi perkebunan yang pada tahun ini diwujudkan melalui program peremajaan kelapa seluas 75 hektare.

Program itu diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun kelapa rakyat sekaligus memperkuat pasokan bahan baku industri pengolahan. Di sisi lain, kelapa juga diposisikan sebagai komoditas strategis yang akan menopang pengembangan sentra industri ikan terbang, salah satu potensi unggulan kawasan pesisir Fakfak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., memaparkan bahwa pemerintah daerah tengah melaksanakan Program Hilirisasi Perkebunan Pala dengan target pengembangan mencapai 1.000 hektare pada tahun ini.

Khusus di Distrik Teluk Patipi, perluasan areal tanam pala hampir mencapai 300 hektare yang tersebar di tujuh kampung dan melibatkan 15 kelompok tani.

Program tersebut mencakup empat kelompok tani di Kampung Sum dengan 77 Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), dua kelompok di Kampung Us dengan 27 CPCL, satu kelompok di Kampung Adora dengan 13 CPCL, empat kelompok di Kampung Tetar dengan 26 CPCL, dua kelompok di Kampung Offie dengan 53 CPCL, satu kelompok di Kampung Tibatibananam dengan 14 CPCL, serta satu kelompok di Kampung Mawar dengan 22 CPCL.

Selain memperluas areal tanam, Dinas Perkebunan juga melaksanakan rehabilitasi kebun pala seluas 40 hektare di Kampung Tetar. Program yang melibatkan empat kelompok tani itu bertujuan meningkatkan produktivitas kebun pala yang telah ada sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.

Untuk komoditas kelapa, Widhi mengatakan program peremajaan seluas 75 hektare yang bersumber dari Kementerian Pertanian akan diprioritaskan di wilayah Fakfak Timur hingga Wartutin.

Sementara itu, Distrik Teluk Patipi, Furwagi, Arguni, Kokas, dan Karas saat ini masih dalam tahap pendataan Calon Petani dan Calon Lahan sebagai persiapan memperoleh alokasi program hilirisasi kelapa pada tahap berikutnya.

Menurut Widhi, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas perkebunan yang terintegrasi dengan sektor perikanan dan industri pengolahan hasil laut.

Hadirnya layanan listrik selama 24 jam, yang dibarengi dengan pengembangan hilirisasi pala dan kelapa, menjadi sinyal bahwa pembangunan Fakfak tidak lagi hanya bertumpu pada penyediaan infrastruktur dasar. Pemerintah daerah mulai membangun rantai nilai ekonomi yang menghubungkan sektor perkebunan, industri pengolahan, hingga perikanan sebagai satu ekosistem pembangunan.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak optimistis akan lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir. Dengan memanfaatkan kekuatan komoditas lokal yang didukung infrastruktur yang semakin memadai, visi Fakfak Membara diarahkan bukan sekadar menjadi slogan pembangunan, melainkan pijakan menuju kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
 

Writter & Editor : Den