Di Balik Derap Gerak Jalan, Ada Masa Depan Pala Tomandin
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Barisan itu bergerak rapi di ruas jalan Kota Fakfak. Seragam, langkah, dan suara yel-yel berpadu dalam semarak Gerak Jalan Indah memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026.
Di antara derap langkah peserta, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak membawa pesan yang lebih jauh dari sekadar kemeriahan perayaan kemerdekaan: Pala Unggul dan GERTAK Fakfak.
Yel-yel yang diteriakkan jajaran Dinas Perkebunan terdengar lantang. Mereka membawa Pala Tomandin bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi sebagai identitas daerah, sumber penghidupan masyarakat, sekaligus warisan yang mesti dijaga untuk generasi mendatang.
Pesan itu dikemas melalui kampanye “Pala Unggul, Investasi Fakfak dan Warisan Berharga Masa Depan.”
Bagi Dinas Perkebunan, Gerak Jalan Indah menjadi panggung terbuka untuk memperkenalkan agenda pembangunan perkebunan kepada masyarakat. Di tengah barisan yang bergerak, ada gagasan tentang kebun yang harus kembali hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat Fakfak.
Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan keikutsertaan jajarannya dalam kegiatan tersebut sengaja dijadikan momentum untuk menyampaikan pesan pembangunan perkebunan secara lebih dekat kepada masyarakat.
“Hari ini kami membawa semangat Pala Unggul dan GERTAK Fakfak. Pala Tomandin adalah identitas sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat Fakfak yang harus terus kita jaga, kembangkan dan wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Widhi.
Menurut dia, GERTAK Fakfak atau Gerakan Tanam Kebun Fakfak merupakan ajakan untuk menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam mengelola kebun dan mengembangkan komoditas unggulan daerah.
Gerakan tersebut, kata Widhi, tidak berhenti pada aktivitas menanam. Ada pekerjaan yang lebih panjang: merawat tanaman, meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil, memperluas nilai ekonomi, hingga mendorong hilirisasi.
“Melalui GERTAK Fakfak, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk kembali menghidupkan semangat berkebun, menanam dan mengembangkan komoditas unggulan daerah,” katanya.
Bukan Sekadar Gerak Jalan
Widhi melihat Gerak Jalan Indah bukan sekadar parade barisan. Ada pesan pembangunan yang ingin ditanamkan kepada publik.
“Gerak jalan ini bukan hanya tentang barisan yang rapi dan semangat kebersamaan, tetapi juga bagaimana kita membawa pesan pembangunan. Kita ingin Pala Unggul semakin dikenal, GERTAK Fakfak semakin bergema, dan masyarakat semakin bangga dengan potensi perkebunan daerahnya,” ujar dia.
Pala Tomandin memiliki posisi penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat Fakfak. Karena itu, pengembangan komoditas tersebut membutuhkan pendekatan yang tidak berhenti pada produksi bahan mentah.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan mendorong agar pala tidak hanya dipandang sebagai hasil kebun yang dipanen dan dijual, tetapi sebagai komoditas yang memiliki peluang ekonomi lebih besar apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Di titik itulah GERTAK Fakfak menemukan relevansinya. Gerakan menanam menjadi pintu masuk untuk membangun kembali budaya berkebun, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari sektor perkebunan.
Semangat itu, menurut Widhi, sejalan dengan visi Fakfak Membara yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan daerah.
Pembangunan perkebunan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Ia membutuhkan tangan petani, dukungan masyarakat, inovasi generasi muda, serta keberpihakan terhadap komoditas lokal.
“Mari kita tanam, kita rawat, kita kembangkan dan kita hilirisasikan. Karena Pala Tomandin bukan hanya komoditas hari ini, tetapi warisan berharga untuk masa depan Fakfak.”
Kalimat itu menjadi pesan utama yang dibawa Dinas Perkebunan dalam parade kemerdekaan.
Dari jalan raya, pesan itu diarahkan kembali ke kebun tempat di mana masa depan pala Fakfak sesungguhnya ditentukan.
Sebab kemerdekaan, bagi pembangunan daerah, bukan hanya dirayakan dengan upacara dan parade. Kemerdekaan juga berarti kemampuan masyarakat mengelola kekayaan daerahnya sendiri, meningkatkan nilai ekonominya, dan memastikan hasil bumi tetap menjadi sumber kesejahteraan lintas generasi.
Pala Unggul. GERTAK Fakfak. Dari kebun untuk kesejahteraan, dari hari ini untuk masa depan Fakfak.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook