Wabup Malra Tegaskan Pejabat Kesehatan Bukan Penguasa, Tapi Pelayan Masyarakat"

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wabup Malra Tegaskan Pejabat Kesehatan Bukan Penguasa, Tapi Pelayan Masyarakat

"Wabup Malra Tegaskan Pejabat Kesehatan Bukan Penguasa, Tapi Pelayan Masyarakat"

Langgur Kabarsulselindonesia.web.id  – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa seluruh pejabat dan tenaga kesehatan di daerah ini harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai pihak yang berada di atas masyarakat.

Pesan tegas tersebut disampaikan saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun pada pembukaan Workshop Analisis Situasi Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, Selasa.

"Saudara-saudara sudah berani mengambil tugas tambahan menjadi kepala puskesmas, direktur rumah sakit, kepala dinas, bahkan saya sebagai wakil bupati. Maka kita semua adalah pelayan masyarakat. Kita berada di bawah masyarakat, bukan di atas masyarakat," tegas Charlos di hadapan jajaran Dinas Kesehatan dan para kepala puskesmas.09/06/2026

Ia mengingatkan bahwa seluruh program kesehatan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menghasilkan laporan administratif atau pencapaian internal semata.

"Dampaknya harus dirasakan masyarakat. Bukan hanya dampak bagi puskesmas atau dinas kesehatan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Charlos mengungkapkan bahwa sejak dilantik pada 20 Februari 2025, dirinya bersama Bupati Maluku Tenggara langsung turun ke desa-desa menyusul banyaknya laporan mengenai kekosongan obat di puskesmas.

Menurutnya, setelah dilakukan pembenahan, kondisi pelayanan kesehatan kini menunjukkan perubahan yang signifikan.

"Saya turun sendiri ke desa-desa dan bertanya kepada masyarakat. Luar biasa, sekarang obat-obatan selalu tersedia di puskesmas. Ini patut diapresiasi," katanya yang disambut tepuk tangan peserta.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus diselesaikan, mulai dari rendahnya akses dan kualitas pelayanan kesehatan, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga masih tingginya angka penyakit menular dan tidak menular.

Wabup juga mengingatkan seluruh jajaran kesehatan agar tidak merasa paling benar dan selalu membuka diri terhadap kritik maupun masukan.

"Yang benar tidak selalu benar, yang salah tidak selalu salah. Jangan merasa diri sudah paling pintar lalu menolak masukan. Semua masukan harus diterima dan disaring. Ukurannya sederhana, apakah berdampak bagi masyarakat atau tidak," tandasnya.

Kepada seluruh kepala puskesmas, rumah sakit dan stakeholder kesehatan, Charlos meminta agar mengikuti seluruh rangkaian pendampingan dari Universitas Airlangga Surabaya dan Kementerian Kesehatan dengan penuh disiplin.

"Jangan di tengah jalan minta pulang. Tim dari Airlangga datang jauh-jauh dari Surabaya dengan biaya yang tidak sedikit. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki perencanaan kesehatan hingga ke tingkat puskesmas," tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka Workshop Analisis Situasi Proses Penyusunan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, seraya mengajak seluruh insan kesehatan untuk bekerja lebih efektif demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat Maluku Tenggara.

"Kita ini pelayan masyarakat, bukan penguasa. Ukuran keberhasilan bukan laporan di meja, tetapi manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat." tegas Charlos Viali Rahantoknam.

Editor : Bruce Elang