Bupati Buka Mimika Innovation Week 2026, Rakyat Bertanya: Inovasi Ratusan, Tapi Kenapa Ekonomi Masih Jalan di Tempat?

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 11 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Buka Mimika Innovation Week 2026, Rakyat Bertanya: Inovasi Ratusan, Tapi Kenapa Ekonomi Masih Jalan di Tempat?

Bupati Buka Mimika Innovation Week 2026, Rakyat Bertanya: Inovasi Ratusan, Tapi Kenapa Ekonomi Masih Jalan di Tempat?

MIMIKA Kabarsulselindonesia.web.id – Di tengah lesunya perputaran ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat, Bupati Mimika Johannes Rettob secara resmi membuka Mimika Innovation Week (MIW) 2026 di Graha Eme Neme Yauware, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung semangat riset dan inovasi itu dihadiri Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, para akademisi, mahasiswa, pelaku inovasi, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Dr. Yopi, menekankan pentingnya peran Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) sebagai motor penggerak lahirnya berbagai inovasi yang berdampak bagi pembangunan daerah.

"Mimika Innovation Week 2026 menjadi momentum untuk berbagi ide, memperkuat kolaborasi, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat serta kemajuan daerah," kata Yopi.

Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut hingga pertengahan tahun 2026 telah tercatat 118 inovasi lahir dari OPD, perguruan tinggi maupun masyarakat. Menurutnya, inovasi tidak selalu berbentuk teknologi canggih, tetapi juga berupa pelayanan yang lebih cepat dan solusi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

"Melalui kegiatan ini kami berharap semakin banyak inovasi lahir dari Mimika untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat," ujar Johannes.

Plt Kepala BRIDA Mimika, Slamet Sutejo, juga mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026 sebanyak 104 inovasi baru telah masuk dalam sistem inovasi daerah. Bahkan, 10 inovasi terbaik akan diikutsertakan dalam ajang Indonesia Government Award 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri.

Namun di balik gemerlap forum inovasi dan angka-angka yang dipamerkan, muncul pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat; di mana dampak nyata dari ratusan inovasi tersebut?

Pasalnya, kondisi ekonomi masyarakat Mimika saat ini dinilai masih jauh dari harapan. Aktivitas perdagangan lesu, daya beli masyarakat melemah, pelaku UMKM mengeluhkan sepinya pasar, sementara lapangan pekerjaan belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal.

Publik pun mulai mempertanyakan apakah ratusan inovasi yang dibanggakan itu benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat atau hanya berhenti sebagai laporan administratif dan bahan mengejar penghargaan semata.

"Jangan sampai inovasi hanya ramai di ruang seminar, tetapi mati di tengah masyarakat. Jangan sampai yang bertambah hanya jumlah inovasinya, sementara kesejahteraan rakyat tetap jalan di tempat," ungkap salah seorang warga.

Dengan kekuatan fiskal yang dimiliki Kabupaten Mimika yang mencapai triliunan rupiah, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya sibuk menciptakan istilah-istilah baru dan menggelar berbagai forum seremonial, tetapi juga menghadirkan kebijakan yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah inovasi bukanlah seberapa banyak penghargaan yang diraih atau berapa jumlah program yang tercatat dalam laporan pemerintah.

Rakyat tidak makan inovasi di atas kertas. Rakyat membutuhkan lapangan kerja, pasar yang hidup, uang yang beredar, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan.

Karena bagi masyarakat, inovasi terbaik bukanlah yang paling sering dipresentasikan, melainkan yang paling mampu menjawab kesulitan hidup rakyat.

Editor : Bruce Elang