Intelektual Amungme Murka, Tuding Penyisiran TNI di Uiaugin Teror Warga Sipil: “Anak dan Ibu Jadi Korban
TIMIKA,Kabarsulsel-lndonesia.web.id. Gelombang kecaman keras muncul dari kalangan intelektual Amungme menyusul tindakan penyisiran aparat TNI di area pendulang Uiaugin pada Kamis malam (8/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIT.
Tokoh intelektual Amungme asal Waa/Banti, Dianu Omaleng, menilai operasi aparat yang dilakukan di tengah kerumunan warga sipil pada malam hari sebagai tindakan represif yang berpotensi melanggar hak asasi manusia (HAM).
Menurutnya, penyisiran tersebut memicu kepanikan besar di lokasi pendulangan. Bahkan, dilaporkan terdapat tembakan yang mengarah ke kerumunan warga hingga menyebabkan sejumlah orang terluka, termasuk anak-anak dan kaum ibu.
“Ini tindakan yang tidak manusiawi. Aparat datang melakukan penyisiran di tengah warga sipil pada malam hari tanpa peringatan yang jelas. Akibatnya rakyat kecil jadi korban,” tegas Dianu dalam pernyataan sikapnya.
Kaum intelektual Amungme Waa/Banti secara terbuka mengutuk keras tindakan aparat yang dinilai menggunakan pendekatan keamanan secara berlebihan di wilayah pendulangan rakyat.
Mereka menilai operasi semacam itu justru menebar trauma di tengah masyarakat asli Papua yang selama ini hidup dalam tekanan konflik berkepanjangan.
“Penembakan yang mengenai anak-anak dan ibu-ibu adalah bukti nyata adanya tindakan berlebihan. Aparat seharusnya melindungi rakyat, bukan menghadirkan ketakutan,” lanjutnya.
Dalam pernyataan sikap tersebut, mereka juga mendesak pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Mimika, serta pimpinan TNI untuk segera mengevaluasi pola operasi keamanan di wilayah pendulangan rakyat.
Mereka menegaskan bahwa pendekatan keamanan tidak boleh dilakukan dengan cara-cara represif yang mengorbankan warga sipil.
Selain itu, kaum intelektual Amungme meminta Komnas HAM dan berbagai lembaga swadaya masyarakat segera turun tangan melakukan investigasi independen atas insiden tersebut.
“Sebagai intelektual Amungme dari tanah Waa/Banti, saya merasa teriris melihat saudara-saudara kami diperlakukan tidak manusiawi di atas tanahnya sendiri,” ujar Dianu.
Ia berharap kasus tersebut mendapat perhatian serius semua pihak demi menjamin rasa aman masyarakat dan mencegah terulangnya kekerasan terhadap warga sipil di Tanah Papua.
(Elang)

























Komentar via Facebook