Aktivis Kemanusiaan Sesalkan Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Minta Pendekatan Humanis di Papua
Aktivis Kemanusiaan Sesalkan Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Minta Pendekatan Humanis di Papua
Mimika, Kabarsulselindonesia.web.id Aktivis kemanusiaan, Deby Santoso, menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas peristiwa penembakan terhadap warga sipil di wilayah Tembagapura yang kembali menambah panjang daftar korban kekerasan akibat konflik berkepanjangan di Papua.
Menurut Deby, insiden tersebut menjadi alarm serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penanganan konflik di Papua, khususnya dalam pendekatan keamanan terhadap masyarakat sipil.08/06/2026
Ia berharap proses penegakan hukum dilakukan secara terukur, transparan, profesional, dan berkeadilan, termasuk memastikan perlindungan terhadap warga terdampak serta penanganan serius bagi para pengungsi akibat peristiwa tersebut.
“Konflik yang terus berulang hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat kecil. Negara harus hadir memberi rasa aman, bukan justru menambah trauma masyarakat,” tegas Deby.
Deby juga mendorong pemerintah pusat untuk memperbaiki strategi pendekatan keamanan di Papua dengan mengedepankan dialog, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat agar mampu meredam intensitas kekerasan yang terus terjadi.
Ia menegaskan bahwa penggunaan kekerasan dalam penegakan hukum tidak dapat dibenarkan apabila berpotensi mengorbankan warga sipil. Karena itu, semua pihak diminta menahan diri demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di Tembagapura.
“Tugas negara hari ini adalah membawa orang Papua, maupun siapa saja yang hidup di Papua, untuk memahami, mengerti, dan mencintai Negara Indonesia melalui program pembangunan dan pemberdayaan di seluruh sektor kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Deby menilai pendekatan yang humanis dan berkeadilan sosial jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan represif yang selama ini dinilai belum mampu menyelesaikan akar persoalan konflik di Papua."tutup Deby.
(*****)

























Komentar via Facebook