Dana Hibah Harus Tepat Sasaran, Lemasko Diminta Konsisten Perjuangkan Kesejahteraan Suku Kamoro.
Mimika,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Sejumlah pihak menilai Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) perlu kembali fokus pada peran strategisnya dalam mengawal penyaluran dana hibah dari PT Freeport Indonesia melalui YPMAK, agar benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat adat, khususnya suku Kamoro.
Valentinus Ulahayanan, S.H.,MH (Valent Kei) menegaskan bahwa perhatian utama Lemasko seharusnya diarahkan pada upaya mendesak Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) agar lebih maksimal dalam memberdayakan masyarakat Kamoro. Menurutnya, dana hibah yang bersumber dari PT Freeport Indonesia harus dikelola secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Dana tersebut jangan sampai salah sasaran. Harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kamoro sebagai pemilik hak ulayat,” tegas Valent Kei
Selain itu, ia juga meminta Bupati Mimika agar konsisten menjalankan visi dan misi yang telah disampaikan saat masa kampanye, khususnya dalam memprioritaskan pembangunan hingga ke kampung-kampung yang selama ini masih tertinggal dari segi infrastruktur dan pelayanan dasar.
Terkait persoalan jalan rusak dan aksi yang dilakukan oleh para pendulang, Valent Kei menilai hal tersebut lebih berkaitan dengan aspek keamanan dan penegakan hukum. Ia menegaskan bahwa jika terdapat unsur pelanggaran pidana, maka itu menjadi kewenangan aparat kepolisian untuk menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
“Kalau ada pelanggaran hukum, tentu akan diproses oleh pihak berwenang. Itu bukan ranah Lemasko,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa persoalan fasilitas umum sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, bukan Lemasko. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam pembagian peran dan tanggung jawab antar lembaga.
Lebih lanjut, Valen mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan oleh para pendulang bukan berasal dari satu kelompok atau suku tertentu, melainkan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari latar belakang yang beragam.
Menutup pernyataannya, ia berharap Lemasko tidak salah kaprah dalam memahami perannya serta tidak kehilangan fokus terhadap tanggung jawab utama dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat adat Kamoro.
“Semoga Lemasko tetap berada pada jalur yang benar dan tidak gagal fokus dalam menjalankan tanggung jawabnya,” pungkasnya.
(GF)

























Komentar via Facebook