Di Forum Nasional Bappenas, Bupati Fakfak Tegaskan Komitmen Selamatkan Ibu dan Anak, Minta Pemerintah Pusat Perkuat Dukungan Anggaran
Dipilih sebagai salah satu dari dua kepala daerah yang mewakili Indonesia Timur menyampaikan komitmen daerah, Bupati Samaun Dahlan membawa pengalaman Fakfak menjadi contoh pembangunan kesehatan yang berpihak kepada masyarakat.
Jakarta, KabarsulselIndonesia.web.id | Kabupaten Fakfak kembali mendapat panggung di tingkat nasional. Di hadapan jajaran menteri, kepala lembaga negara, para gubernur, bupati, serta pemangku kepentingan pembangunan kesehatan Indonesia, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP tampil sebagai salah satu dari dua kepala daerah yang dipercaya menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam Peluncuran Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak Tahun 2026–2030 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Gedung Saleh Afiff, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Kepercayaan tersebut menjadi pengakuan tersendiri bagi Kabupaten Fakfak. Dari seluruh pemerintah daerah di Indonesia yang hadir, hanya Gubernur Papua Selatan dan Bupati Fakfak yang diberikan kesempatan mewakili daerah untuk menyampaikan komitmen sekaligus pengalaman dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Forum strategis nasional itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Teni Widuriyanti mewakili Menteri PPN/Kepala Bappenas, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mewakili Menteri Kesehatan, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, serta para gubernur dan kepala daerah dari berbagai provinsi, khususnya wilayah Tanah Papua.
Peluncuran Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak 2026-2030 merupakan tindak lanjut dari prioritas pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025-2045, RPJMN 2025-2029, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) 2030, khususnya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Fakfak Membawa Suara Daerah Timur Indonesia
Dalam pidatonya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa keselamatan ibu dan anak bukan sekadar indikator pembangunan kesehatan, melainkan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
"Bagi Pemerintah Kabupaten Fakfak, keselamatan ibu dan anak merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sebuah generasi dimulai sejak seorang ibu mempersiapkan kehamilan, menjalani kehamilan dengan sehat, mendapatkan pertolongan persalinan yang aman, hingga memastikan setiap bayi memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal," ujar Samaun.
Ia mengatakan, komitmen tersebut telah menjadi bagian dari visi pembangunan Kabupaten Fakfak periode 2025-2030 melalui program Fakfak Sehat, yang menempatkan pelayanan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah daerah.
Menurutnya, upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak dapat dibebankan semata kepada sektor kesehatan.
Pembangunan jalan, transportasi, jaringan komunikasi, listrik, air bersih, pelayanan ambulans, hingga pemerataan tenaga kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menyelamatkan ibu dan bayi, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kampung-kampung terpencil.
Tantangan Geografis Tidak Menjadi Alasan
Dalam paparannya, Bupati Fakfak menggambarkan secara terbuka kondisi nyata pelayanan kesehatan di daerah yang dipimpinnya.
Kabupaten Fakfak memiliki bentang wilayah yang luas dengan karakteristik pesisir, pegunungan, dan kampung-kampung yang berjauhan. Sebagian masyarakat masih harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat maupun laut hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar.
Kondisi jalan yang belum seluruhnya memadai, keterbatasan sarana transportasi rujukan, jaringan komunikasi yang belum merata, hingga ketersediaan listrik dan air bersih di sejumlah wilayah masih menjadi tantangan serius.
Dalam kondisi kegawatdaruratan maternal dan neonatal, keterlambatan akses menuju fasilitas kesehatan dapat menjadi faktor yang membahayakan keselamatan ibu maupun bayi.
Selain persoalan geografis, keterbatasan kapasitas fiskal daerah serta belum meratanya tenaga kesehatan juga menjadi tantangan yang terus dihadapi Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Namun demikian, Samaun menegaskan bahwa seluruh keterbatasan tersebut tidak pernah dijadikan alasan untuk berhenti melakukan perubahan.
"Justru kondisi inilah yang mendorong kami terus melakukan inovasi agar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas dapat menjangkau masyarakat sampai ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses," katanya.
Pengalaman yang Melahirkan Kebijakan
Di hadapan para pejabat pemerintah pusat, Samaun turut membagikan pengalaman yang menjadi titik balik lahirnya kebijakan pelayanan kesehatan gratis di Kabupaten Fakfak.
Ia mengisahkan pernah menyaksikan secara langsung masyarakat yang mengalami kesulitan biaya ketika hendak melahirkan. Pengalaman tersebut membekas dalam dirinya dan menjadi pengingat bahwa tidak boleh ada warga yang kehilangan kesempatan memperoleh pelayanan kesehatan hanya karena persoalan ekonomi.
Dari pengalaman itulah lahir komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak menghadirkan program pelayanan kesehatan gratis, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis tanpa dibebani biaya.
Menurutnya, kesehatan merupakan hak dasar seluruh warga negara yang wajib dijamin oleh pemerintah.
Penguatan Layanan NICU dan Sistem Kesehatan
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Kabupaten Fakfak sejak 2024 hingga 2026 terus memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.
Salah satu langkah strategis yang disampaikan Bupati Fakfak adalah pengembangan layanan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di RSUD Fakfak.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan intensif kepada bayi baru lahir yang mengalami kondisi kritis sehingga tidak seluruhnya harus dirujuk keluar daerah.
Selain penguatan fasilitas rumah sakit, pemerintah daerah juga terus memperbaiki sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kualitas pelayanan puskesmas, penguatan sistem rujukan, pemerataan tenaga kesehatan, serta peningkatan akses pelayanan hingga kampung-kampung terpencil.
Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Fakfak juga memberikan dukungan kebutuhan dasar pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk bagi ibu hamil dan ibu pasca persalinan sebagai bagian dari proses pemulihan yang lebih manusiawi.
Meminta Dukungan Nyata Pemerintah Pusat
Momentum nasional tersebut juga dimanfaatkan Bupati Fakfak untuk menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, keberhasilan Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak tidak hanya membutuhkan komitmen pemerintah daerah, tetapi juga dukungan nyata dari pemerintah pusat melalui kebijakan afirmatif dan penguatan pembiayaan.
Ia menilai daerah dengan karakteristik geografis yang sulit seperti Fakfak memerlukan perhatian khusus agar mampu mengejar target nasional.
"Kami berharap Pemerintah Pusat terus memberikan dukungan melalui kebijakan afirmatif dan dukungan anggaran kepada daerah. Dengan dukungan tersebut, pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan, memperkuat sistem rujukan maternal dan neonatal, meningkatkan pemerataan tenaga kesehatan, serta memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak menjangkau seluruh masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah terpencil," tegas Samaun.
Menurutnya, kemampuan fiskal daerah masih memiliki keterbatasan dibanding besarnya kebutuhan pembangunan infrastruktur kesehatan, penyediaan alat kesehatan, peningkatan kualitas rumah sakit, pembangunan puskesmas, penyediaan rumah dinas tenaga kesehatan, hingga penguatan transportasi rujukan.
Karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai menjadi faktor penting agar program nasional tersebut benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk wilayah timur.
Komitmen Fakfak untuk Indonesia
Pada penghujung pidatonya, Bupati Fakfak secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak Tahun 2026-2030.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Fakfak siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kementerian, lembaga, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dunia usaha, hingga masyarakat.
Menurutnya, tidak ada satu institusi yang mampu menyelesaikan persoalan kematian ibu dan anak secara sendiri-sendiri.
Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, sistem pembiayaan, serta penguatan sumber daya manusia.
Dengan penuh ketegasan, Samaun menyampaikan pesan yang menjadi inti komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak.
"Harapan kami sederhana, tetapi menjadi tanggung jawab besar kita bersama. Jangan sampai ada seorang ibu kehilangan nyawanya karena terlambat mendapatkan pertolongan. Jangan sampai ada seorang anak kehilangan kesempatan hidup dan tumbuh hanya karena pelayanan yang dibutuhkannya belum dapat dijangkau tepat pada waktunya."
Ia menambahkan bahwa dari Tanah Pala, Kabupaten Fakfak ingin menjadi bagian dari gerakan nasional menyelamatkan lebih banyak ibu dan anak Indonesia.
"Dengan semangat Satu Tungku Tiga Batu, kami akan terus bekerja dan berkolaborasi menghadirkan pembangunan yang berpihak kepada keselamatan ibu dan masa depan anak-anak Indonesia. Karena ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat, dan anak-anak yang sehat adalah masa depan Fakfak sekaligus masa depan Indonesia."
Kepercayaan yang diberikan Bappenas kepada Bupati Fakfak untuk menjadi juru bicara pemerintah daerah dalam forum nasional tersebut bukan sekadar kehormatan seremonial. Lebih dari itu, kehadiran Fakfak menunjukkan bahwa daerah di kawasan timur Indonesia mampu menghadirkan inovasi, keberpihakan, dan komitmen nyata dalam menjawab agenda strategis nasional. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan fiskal, Fakfak tampil membawa pesan bahwa keselamatan ibu dan anak bukan sekadar target pembangunan, melainkan amanat kemanusiaan yang harus diperjuangkan bersama oleh pemerintah pusat dan daerah.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook