Peringatan ke-209 Hari Pattimura: Wakil Ketua DPRD Maluku Minta Semangat Perjuangan Diterjemahkan Jadi Kemandirian Ekonomi
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Memperingati Hari Pattimura ke-209 tahun 2026, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Fauzan Rahawarin, memberikan makna baru atas warisan perjuangan sang pahlawan. Menurutnya, semangat Kapitan Pattimura tidak boleh hanya berhenti sebagai catatan sejarah perlawanan terhadap penjajah, namun harus diubah menjadi energi nyata untuk memperkuat ekonomi dan mendorong kemajuan kesejahteraan masyarakat Maluku.
"Semangat Kapitan Pattimura bukan sekadar simbol keberanian melawan penjajahan. Di masa kini, semangat itu harus diterjemahkan sebagai perjuangan keras mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," tegas Fauzan saat dihubungi di Ambon, Jumat (15/5/2026).
Fauzan menyoroti kekayaan alam luar biasa yang dimiliki Maluku, mulai dari potensi besar di sektor perikanan, pertanian, hingga pariwisata. Namun, kekayaan tersebut belum memberikan dampak maksimal jika tidak dikelola secara serius, terencana, dan berorientasi langsung pada kemanfaatan rakyat.
"Pattimura mengajarkan kita untuk berani. Maka, keberanian itu harus kita pakai saat ini untuk membangun kemandirian ekonomi daerah. Kita tidak boleh lagi menjadi penonton di tanah sendiri, melihat kekayaan alam kita dinikmati pihak lain sementara kita masih tertinggal," ujarnya tegas.
Dalam pandangannya, kunci kemajuan Maluku ada di tangan generasi muda. Ia mendorong anak-anak muda Maluku untuk berani terjun ke dunia usaha, menggali potensi ekonomi kreatif, serta mengembangkan produk unggulan daerah. Langkah ini dinilai vital untuk menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terangkat.
Selain peran pemuda, Fauzan juga menekankan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini dinilai sangat dibutuhkan, terutama untuk menjawab tantangan keterbatasan infrastruktur dan akses ekonomi yang masih dirasakan berat di sejumlah wilayah kepulauan.
Ia berharap, peringatan Hari Pattimura ke-209 ini tidak hanya diisi seremonial belaka, tetapi menjadi momen refleksi bersama. Semangat pengorbanan dan keberanian yang diteladani Pattimura harus memacu seluruh komponen bangsa untuk bangkit, berinovasi, dan memperjuangkan masa depan Maluku yang lebih mandiri, maju, dan mampu bersaing di kancah nasional.
"Pengorbanan Pattimura adalah bukti cinta tanah air tertinggi. Mari kita jadikan itu kekuatan besar untuk membangun daerah ini lebih baik lagi, agar nama Maluku dan rakyatnya senantiasa bermartabat," pungkas Fauzan Rahawarin.
(M.N)

























Komentar via Facebook