Di Kepungan Asap Karhutla, TEP dan Polsek Bomberay Bersama Warga Menadah Doa Lewat Salat Istisqa

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 08 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Di Kepungan Asap Karhutla, TEP dan Polsek Bomberay Bersama Warga Menadah Doa Lewat Salat Istisqa

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Langit Bomberay belum juga menurunkan hujan. Kemarau yang berkepanjangan masih menyisakan persoalan bagi warga, sementara asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat udara di sejumlah wilayah semakin tidak bersahabat.

Di tengah kondisi itu, Kamis pagi, 8 Oktober 2026, warga di sekitar Onim Jaya SP3, Distrik Bomberay, memilih berhenti sejenak dari rutinitas. Sekitar pukul 07.00 WIT, mereka berkumpul di Masjid Raya Onim Jaya untuk melaksanakan Salat Istisqa salat yang dilakukan sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.

Salat tersebut digelar Tim Ekspedisi Patriot (TEP) bersama Polsek Bomberay dan masyarakat. Di tengah kepungan asap Karhutla, doa menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat menghadapi kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Salat Istisqa tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Ia berlangsung dalam situasi ketika kebutuhan terhadap hujan telah bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari: udara yang tercemar asap, aktivitas warga yang terganggu, hingga kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

Kapolsek Bomberay Iptu Aldin La Adi, S.H., bersama lima personel Polsek Bomberay turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran polisi dalam kegiatan itu memperlihatkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama ketika persoalan lingkungan dan kesehatan mulai ikut menjadi bagian dari keseharian warga.

Namun tugas personel kepolisian pagi itu tidak berhenti di halaman masjid.

Setelah mengikuti Salat Istisqa, personel Polsek Bomberay melanjutkan pelayanan di sejumlah titik aktivitas masyarakat melalui strong point dan pengaturan lalu lintas. Arus kendaraan diatur untuk menjaga ketertiban sekaligus mengantisipasi potensi kecelakaan di tengah kondisi lingkungan yang terdampak asap.

Polsek Bomberay juga membagikan masker kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Pembagian masker menjadi langkah sederhana, tetapi relevan ketika kualitas udara terganggu oleh asap Karhutla. Warga diimbau menggunakan masker ketika berada di luar rumah, mengurangi paparan asap secara langsung, serta memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah tersebut.

Ada dua bentuk ikhtiar yang berjalan bersamaan di Bomberay pagi itu: manusia berusaha mengurangi dampak yang bisa ditangani, sementara doa dipanjatkan untuk sesuatu yang berada di luar kuasa manusia.

Salat Istisqa menjadi simbol harapan masyarakat agar hujan segera turun. Sementara pengaturan lalu lintas, pembagian masker, dan kehadiran aparat di tengah warga menjadi bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan di lapangan.

Dalam situasi seperti ini, persoalan Karhutla bukan semata soal api yang membakar vegetasi. Ketika kemarau berlangsung panjang dan asap menyebar, dampaknya menjalar ke ruang hidup masyarakat dari kualitas udara, kesehatan, mobilitas, hingga aktivitas ekonomi dan sosial.

Karena itu, keterlibatan berbagai unsur, termasuk masyarakat, aparat kepolisian dan Tim Ekspedisi Patriot, menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi tersebut.

Di Masjid Raya Onim Jaya SP3, harapan itu pagi tadi disampaikan dengan cara yang paling sederhana: menadah tangan dan memohon hujan.

Sementara di jalan-jalan Bomberay, personel kepolisian tetap menjalankan tugasnya, mengatur lalu lintas dan membagikan masker kepada warga.

Semua bermuara pada harapan yang sama: hujan segera turun, asap berkurang, udara kembali lebih sehat, dan masyarakat Bomberay dapat kembali menjalani aktivitas tanpa dibayangi kemarau serta Karhutla. Rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. 

 

Writter : Humas Polres | Editor : Den