Paskibra Fakfak Digembleng Dua Bulan, Lenny J. Thie Pastikan 80 Anggota Siap Tuntaskan Tugas Merah Putih
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Delapan puluh anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Fakfak tidak datang ke panggung pengukuhan dengan persiapan seadanya. Di balik seragam, barisan yang tegap, dan langkah yang serempak, ada proses panjang yang telah mereka jalani selama hampir dua bulan.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, Karakter Bangsa, dan Bela Negara pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Fakfak, Lenny J. Thie, S.STP., seusai mengikuti pengukuhan 80 anggota Paskibraka Kabupaten Fakfak di Gedung KONI, Jalan D.I. Panjaitan No. 1, Kelurahan Fakfak Selatan, Distrik Fakfak, Minggu (16/8/2026).
Di hadapan awak media, Lenny mengatakan kesiapan para anggota Paskibraka telah ditempa melalui tahapan pelatihan yang cukup panjang. Meski pembukaan pelatihan secara resmi berlangsung pada 20 Juli 2026, para calon Paskibraka sebenarnya telah menjalani masa prapelatihan sejak 20 Juni 2026.
“Jadi boleh dikatakan mereka ini sudah latihan kurang lebih dua bulan, bukan hanya satu bulan,” ujar Lenny.
Menurut dia, rentang waktu tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, kekompakan, hingga kemampuan teknis para anggota Paskibraka. Seluruh proses dilakukan secara bertahap agar mereka mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan penuh tanggung jawab.
Lenny menegaskan, dari hasil pembinaan dan latihan yang telah dijalani, pihaknya menilai para anggota Paskibraka Fakfak telah berada dalam kondisi siap untuk melaksanakan tugas pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami berharap besok semua yang menjadi harapan kami dapat tercapai. Anak-anak ini bisa memberikan yang terbaik dan membawa hasil terbaik untuk Kabupaten Fakfak,” katanya.
Dua Wakil Fakfak ke Tingkat Provinsi
Selain mempersiapkan Paskibraka tingkat kabupaten, Fakfak juga mengirimkan dua putra-putri terbaiknya untuk bergabung dalam Paskibraka tingkat Provinsi Papua Barat.
Kedua anggota tersebut adalah Jubaidah Namudat dan Muhammad Ilham Ateta. Keduanya merupakan perwakilan dari Kabupaten Fakfak.
Lenny menjelaskan, proses seleksi juga berlanjut hingga tingkat nasional. Fakfak sempat memiliki perwakilan yang masuk dalam tahapan seleksi tersebut. Namun, dalam proses akhir, pasangan yang terpilih untuk mewakili Papua Barat pada tingkat nasional bukan berasal dari Fakfak.
Meski demikian, Lenny menilai capaian tersebut tetap merupakan pengalaman penting sekaligus kebanggaan bagi Fakfak. Mereka yang masuk dalam daftar cadangan tetap memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas pada tingkat provinsi.
“Anak-anak tersebut tetap bertugas di tingkat provinsi dan mereka juga siap tampil pada pelaksanaan di tingkat provinsi,” ujarnya.
Bagi Lenny, keberadaan dua wakil Fakfak di tingkat provinsi bukan sekadar persoalan jumlah. Mereka membawa nama daerah sekaligus menjadi gambaran dari proses pembinaan generasi muda Fakfak dalam bidang kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan bela negara.
Bukan Sekadar Berdiri Tegak di Depan Tiang Bendera
Paskibraka, dalam pandangan Lenny, tidak berhenti pada kemampuan baris-berbaris atau ketepatan mengibarkan Sang Merah Putih. Proses panjang yang dijalani para anggota merupakan bagian dari pembentukan karakter.
Selama masa latihan, para peserta ditempa untuk memahami arti disiplin, kepatuhan terhadap aturan, kerja sama, tanggung jawab, serta kemampuan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
Karena itu, pengukuhan 80 anggota Paskibraka pada Minggu sore bukan sekadar seremoni. Pengukuhan menjadi penanda bahwa para pelajar tersebut telah menerima amanah untuk menjalankan salah satu tugas simbolik paling penting dalam rangkaian peringatan kemerdekaan.
Mereka akan berdiri membawa kehormatan daerah pada saat Merah Putih dikibarkan. Di titik itu, kesalahan sekecil apa pun dapat menjadi perhatian. Sebaliknya, ketepatan gerakan dan kekompakan mereka akan menjadi cermin dari proses latihan yang telah dijalani.
Lenny pun menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan, termasuk pemenuhan kebutuhan para anggota selama masa latihan.
“Kebutuhan-kebutuhan mereka juga sudah kita akomodir,” katanya.
Ia berharap seluruh proses yang telah dilalui selama hampir dua bulan dapat menjadi bekal bagi para anggota Paskibraka untuk menjalankan tugas dengan penuh keyakinan.
Bagi Fakfak, tugas mereka bukan hanya mengibarkan bendera. Mereka membawa pesan yang lebih besar: bahwa semangat kemerdekaan harus terus diwariskan melalui generasi muda yang disiplin, berkarakter, memiliki wawasan kebangsaan, dan siap mengabdi bagi daerah serta bangsa.
Kini, setelah dua bulan ditempa, 80 anggota Paskibraka Fakfak berdiri di ambang tugas sesungguhnya. Seragam telah dikenakan, ikrar telah diucapkan, dan amanah telah diberikan. Tinggal satu hal yang akan menjadi jawaban: seberapa baik mereka menunaikan kehormatan yang telah dipercayakan kepada mereka.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook