Wali Kota Tual Tegaskan Literasi Adalah Fondasi Peradaban

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 29 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wali Kota Tual Tegaskan Literasi Adalah Fondasi Peradaban

 

 

Wali Kota Tual Tegaskan Literasi Adalah Fondasi Peradaban

TUAL Kabarsulselindonesia.web.id  — Pemerintah Kota Tual kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Penyerahan Hadiah dan Penyematan Selempang Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 tingkat SMA/SMK/MA yang berlangsung di Pendopo Yarler, Kelurahan Lodar El, Kecamatan Dullah Selatan, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan bertema “Peran Duta Baca Pelajar dalam Literasi di Era Kontemporer” itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Tual H. Ahmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., bersama Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si., serta sejumlah pejabat daerah, pegiat literasi, dewan juri, guru pendamping, dan para peserta.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kegiatan Duta Baca Pelajar Maryadat bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan bagian dari langkah strategis membangun generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan berkarakter di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan teknologi informasi.

“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, dan memiliki karakter sosial yang kuat di tengah perkembangan era informasi dan digitalisasi saat ini,” ujar Wali Kota.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Tual terus berkomitmen memperkuat budaya literasi melalui pengembangan perpustakaan, peningkatan akses bacaan, hingga dukungan terhadap berbagai program pendidikan dan literasi di daerah.

Menurutnya, para Duta Baca harus mampu menjadi pelopor perubahan dengan menghadirkan inovasi kreatif agar budaya membaca semakin menarik dan dekat dengan kehidupan generasi muda masa kini.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak para peserta memahami empat pilar pendidikan UNESCO sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia, yakni Learning to Know, Learning to Do, Learning to Live Together, dan Learning to Be.

Ia menjelaskan bahwa Learning to Know berarti belajar memahami dan memperluas wawasan melalui budaya membaca. Learning to Do menekankan pentingnya penerapan ilmu dalam kehidupan nyata. Sementara Learning to Live Together mengajarkan hidup harmonis dan memberi manfaat bagi masyarakat, sedangkan Learning to Be menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepribadian, dan kemampuan sosial.

Tak hanya itu, Wali Kota juga mengutip wahyu pertama dalam ajaran Islam, yakni “Iqra” yang berarti “bacalah”, sebagai penegasan bahwa membaca merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban manusia.

“Membaca bukan hanya untuk memperoleh prestasi, tetapi menjadi bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual yang selama ini aktif membangun budaya literasi di daerah. Ia meminta agar berbagai capaian yang telah diraih terus dilanjutkan dan ditingkatkan, terutama menjelang masa purna bhakti Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual, Moksen Renwarin, S.Sos.

Wali Kota juga memaparkan visi pengembangan literasi berbasis potensi maritim Kota Tual. Menurutnya, inovasi layanan perpustakaan harus disesuaikan dengan karakter wilayah kepulauan yang dimiliki Kota Tual.

Ia bahkan menggagas pengembangan perpustakaan terapung sebagai terobosan baru untuk menjangkau masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Kota Tual memiliki potensi besar di bidang maritim. Ke depan, kita ingin menghadirkan inovasi seperti perpustakaan terapung, sehingga masyarakat bisa tetap membaca di tengah aktivitas mereka, bahkan sambil melaut dan memancing,” ujarnya.

Gagasan tersebut diharapkan dapat dikaji dan dikembangkan sebagai bagian dari transformasi layanan literasi yang lebih inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku, tetapi harus menjadi pusat pembelajaran, pusat pengembangan kreativitas, dan ruang tumbuhnya generasi muda yang cerdas serta berkarakter,” tambahnya.

Selain memperkuat program literasi, Pemerintah Kota Tual juga berkomitmen meningkatkan program penghargaan, pembinaan, dan pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi sebagai motivasi untuk mendorong semangat belajar dan kompetisi sehat di kalangan generasi muda.

Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Nomor: 041/107/SK-PDBM/2026, para pemenang Pemilihan Duta Baca Pelajar Maryadat Kota Tual Tahun 2026 yakni Diana Marlin Songjanan dari SMA Negeri 7 Tual sebagai Juara I dengan nilai 84,67, Muh Irfan Renhoat dari Sekolah Rakyat 74 Tual sebagai Juara II dengan nilai 71,92, dan Mutia Hafizah Salsadia Rada dari SMK Negeri 1 Tual sebagai Juara III dengan nilai 70,83.

Para pemenang menerima hadiah berupa piala, dana pembinaan, serta Sertifikat Penghargaan Wali Kota Tual. Juara I menerima dana pembinaan sebesar Rp2 juta, Juara II Rp1,5 juta, dan Juara III Rp1 juta.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tual tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya membaca, meningkatkan kapasitas generasi muda, serta memperkuat fondasi literasi sebagai modal utama kemajuan daerah dan peradaban bangsa.

(Redaksi Kabarsulsel)