Yowan Soroti SILPA Rp1,1 Triliun, Desak Bupati Evaluasi OPD Pengelola Keuangan
Yowan Soroti SILPA Rp1,1 Triliun, Desak Bupati Evaluasi OPD Pengelola Keuangan
Mimika Kabarsulselindonesia.web.id – Politisi senior sekaligus mantan anggota DPRD Kabupaten Mimika, Yohanis Wantik (Yowan), mempertanyakan besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) APBD Mimika 2025 yang disebut mencapai sekitar Rp1,1 triliun, sementara di sisi lain Pemerintah Kabupaten Mimika masih memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.11/07/2026
Menurut Yowan, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai arah pengelolaan keuangan daerah. Ia menegaskan bahwa SILPA bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan instrumen kebijakan publik yang harus dikelola dengan prinsip akuntabilitas, disiplin anggaran, transparansi, dan pengawasan yang kuat.
"Kami meminta Bupati Mimika segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap OPD yang mengelola keuangan daerah. Jangan sampai tata kelola anggaran yang tidak maksimal justru mencederai pemerintahan yang sedang dibangun oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika," tegas Yowan.
Mantan legislator itu mengaku memahami mekanisme penyusunan APBD karena pernah terlibat langsung dalam pembahasan anggaran selama menjabat sebagai anggota DPRD. Karena itu, ia menilai persoalan SILPA dan tunggakan kepada pihak ketiga perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
"Kalau benar SILPA mencapai Rp1,1 triliun, mengapa kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga belum diselesaikan? Pertanyaan seperti ini harus dijawab secara transparan agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat," ujarnya.
Yowan menambahkan bahwa pemerintah daerah perlu memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai penyebab besarnya SILPA, termasuk alasan belum terselesaikannya pembayaran kepada pihak ketiga. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik dan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBD Kabupaten Mimika.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook