PMT Pangan Lokal Diperkuat, Maluku Tenggara Bidik Penurunan Stunting dari Hulu
PMT Pangan Lokal Diperkuat, Maluku Tenggara Bidik Penurunan Stunting dari Hulu
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mulai memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan tambahan bagi kelompok rentan.
Langkah tersebut ditandai dengan rencana pelaksanaan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita dengan berat badan kurang atau underweight.
Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga menempatkan kader sebagai ujung tombak dalam memastikan pangan lokal dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi dan berkelanjutan.
Berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara tertanggal 20 Agustus 2026, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat (Gerakan Cegah Stunting).22/08/2026
“Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi yang sehat, bergizi dan berkelanjutan” menjadi salah satu tujuan utama kegiatan tersebut.
Kader Jadi Garda Terdepan
Penguatan kapasitas kader menjadi penting karena program pencegahan stunting tidak cukup hanya berhenti pada intervensi pemerintah. Perubahan pola konsumsi, pemantauan tumbuh kembang anak dan pendampingan keluarga harus berlangsung hingga tingkat masyarakat.
Karena itu, pembekalan ini diarahkan agar kader memiliki kemampuan dalam memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran.
Program tersebut akan melibatkan sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Elat, Puskesmas Mataholat, Puskesmas Ohoiel, Puskesmas Larat, Puskesmas Mun dan Puskesmas Holat.
Pelibatan beberapa puskesmas sekaligus menunjukkan bahwa penanganan masalah gizi membutuhkan kerja lintas wilayah dan tidak bisa hanya bertumpu pada satu fasilitas kesehatan.
Bupati Dijadwalkan Buka Kegiatan
Surat undangan yang ditandatangani Plt. Sekretaris Daerah Maluku Tenggara, Rasyid, tersebut juga meminta kehadiran Bupati Maluku Tenggara untuk memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan.
Pembekalan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 22 Agustus 2026, pukul 10.00 WIT hingga selesai, bertempat di RS Pratama Lies Hanubun Maluku Tenggara.
Program ini pada akhirnya akan diuji bukan dari seremoni pembekalan semata, tetapi dari seberapa jauh pengetahuan yang diberikan kepada kader benar-benar diterapkan di lapangan.
Sebab, perang melawan stunting membutuhkan lebih dari sekadar angka dan kegiatan seremonial. Yang paling penting adalah memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang layak, balita tumbuh sesuai standar, keluarga memahami kebutuhan nutrisi, dan intervensi pemerintah benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Dengan pendekatan berbasis pangan lokal, Maluku Tenggara memiliki peluang untuk membangun model intervensi gizi yang tidak hanya bergantung pada bantuan makanan dari luar, tetapi sekaligus menghidupkan potensi pangan masyarakat sendiri.
Tantangannya kini jelas: pembekalan harus berujung pada perubahan di tingkat keluarga. Di situlah keberhasilan gerakan cegah stunting benar-benar akan ditentukan.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook