Dari Anak Petani Hingga Sukses Jadi Pendiri Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki Yang Menaungi STIMMAS Dan SMAKS
Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Tanimbar, – Kisah perjuangan hidup yang menginspirasi datang dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Berawal dari seorang anak petani, kini ia sukses mendirikan Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki yang menaungi dua lembaga pendidikan, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Teologi Injii Mahkota Sion Saumlaki (STIMMAS) Saumlaki dan SMAKS Saumlaki
Perjalanan ini menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, Iman dan kepedulian terhadap pendidikan mampu mengubah nasib sekaligus memberi dampak besar bagi generasi di Tanah bumi Duan Lolat.
Pendiri Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei, Pdt.Yusak Weriratan. S.Th, MA.,M.Pd.K, mengaku besar di tengah keluarga petani. Sejak kecil ia terbiasa membantu orang tua di ladang, memikul Air, bersihkan halaman ruma sebelum berangkat ke sekolah.
"Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi saya untuk bermimpi. Saya percaya pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk memutus rantai kemiskinan," ujarnya.
Dengan semangat belajar dan berdoa serta dukungan keluarga, ia berhasil menyelesaikan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Bekal ilmu dan pengalaman itu kemudian ia bawa pulang ke Tanimbar.
Rasa cinta pada tanah kelahiran mendorongnya mendirikan Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki. Nama "Solagracia" yang berarti "Semua oleh Karna Anugra Tuhan" dipilih sebagai dasar semangat pelayanan, sementara "Duan Lolat Berkei" diambil dari falsafah budaya Tanimbar yang berarti kebersamaan dan persaudaraan.
Di bawah naungan yayasan ini berdiri Sekolah Tinggi Teologi Injili Mahkota Sion Saumlaki (STTIMAS) Saumlaki dan Sekolah Menengah Agama Kristen Sola Gratia Saumlaki (SMAKS) Saumlaki. Kedua lembaga ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Tanimbar akan akses pendidikan tinggi dan menengah berkualitas tanpa harus keluar daerah.
Melalui STIMMAS dan SMAKS, Yayasan berkomitmen mencetak generasi muda Tanimbar yang beriman, berilmu, dan berkarakter dan berbudaya. Kurikulum yang diterapkan memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai budaya Duan Lolat seperti gotong royong, saling menghargai, dan kerja sama.
"Kami ingin anak-anak Tanimbar punya pilihan. Tidak perlu jauh-jauh ke Ambon atau kota lain untuk kuliah. Di sini juga bisa, dengan biaya terjangkau dan mutu yang baik," jelasnya.
Hingga saat ini, ratusan lulusan SMAKS telah melanjutkan ke perguruan tinggi, dan mahasiswa STIMMAS mulai mengisi berbagai sektor pekerjaan di KKT dan luar daerah.
Kisah dari anak petani hingga menjadi pendiri yayasan pendidikan ini menjadi inspirasi bagi banyak orang di Tanimbar. Ia membuktikan bahwa asal-usul bukanlah penghalang untuk berkarya dan mengabdi.
"Jika saya bisa, anak-anak Tanimbar juga pasti bisa. Yang penting mau berusaha, mau berdoa, dan tidak melupakan tanah tempat kita berpijak," pesannya.
Dengan adanya Yayasan Solagracia Duan Lolat Berkei Saumlaki, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi generasi Tanimbar yang cerdas, mandiri, dan siap membangun daerah.
Kiranya Tuhan yang maha kuasa tetap Menyertai Katong Samua untuk membangun bumi Duan lolat sesuai pangilan masing-masing.
TUTUP. Karana Anugrah Tuhan, Terpanggil Dari Desa untuk Berkarya dan Melayani dalam Dunia Pendidikan.
JCS

























Komentar via Facebook