Penumpang KM Sabuk Nusantara 38 Ditemukan Meninggal di Moa, Polisi Dalami Penyebabnya

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Penumpang KM Sabuk Nusantara 38 Ditemukan Meninggal di Moa, Polisi Dalami Penyebabnya

Penumpang KM Sabuk Nusantara 38 Ditemukan Meninggal di Moa, Polisi Dalami Penyebabnya

MALUKU BARAT DAYA Kabarsulselindonesia.web.id  — Seorang penumpang KM Sabuk Nusantara 38 berinisial R.E (21) ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya tiba dan bersandar di Pelabuhan Laut Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Kamis (24/9/2026).

Korban diketahui merupakan warga Kecamatan Tepa. Ia sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tepa menuju Moa dengan menggunakan KM Sabuk Nusantara 38 pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 18.30 WIT.

Peristiwa tersebut mendapat penanganan cepat dari jajaran Polres Maluku Barat Daya bersama petugas KPPP dan Syahbandar Pelabuhan Laut Moa.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun kepolisian, setelah berada di atas kapal, korban bertemu dengan seorang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial C.L (26).

Korban kemudian menempati kamar milik ABK tersebut yang berada di Dek 7 bagian kanan belakang kapal.

Saksi C.L kepada polisi mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan tidak merespons, korban masih terlihat dalam kondisi baik dan sempat berkomunikasi dengannya.

Keduanya masih sempat berbincang sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIT. Setelah itu, saksi tertidur.

Sekitar pukul 04.15 WIT, saksi terbangun dan meninggalkan kamar menuju kantin kapal. Sekitar pukul 06.30 WIT, saksi kembali ke kamar dan melihat korban masih berada di dalam kamar dalam posisi seperti sedang tidur.

Saksi juga sempat mendengar suara korban seperti mendengkur.

Beberapa waktu kemudian, saksi kembali meninggalkan kamar untuk mandi dan melakukan aktivitas lainnya di kapal.

Ditemukan Tak Merespons Setelah Kapal Sandar

Sekitar pukul 09.20 WIT, setelah KM Sabuk Nusantara 38 tiba dan bersandar di Pelabuhan Moa, saksi kembali ke kamar untuk membangunkan korban.

Namun, korban tidak memberikan respons meski telah dipanggil dan kakinya digoyangkan.

Saksi kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada petugas Kepolisian KP3 Pelabuhan Moa, Bripda Steward Patampang.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Personel kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal sekaligus mengamankan lokasi kejadian.

Penanganan dilakukan personel Polres MBD yang dipimpin Kasat Polairud IPDA Oktovianus Damaryanan, bersama personel Pamapta SPKT Aipda Suryadi Latif, anggota Pos KPPP Pelabuhan Moa serta personel Satuan Reskrim Polres MBD.

Petugas juga berkoordinasi dengan Syahbandar Pelabuhan Laut Moa dalam proses penanganan kejadian tersebut.

Korban Disebut Hendak Berobat ke Ambon

Dari keterangan pihak keluarga, khususnya ayah korban yang berada di Kecamatan Tepa, korban sebelumnya memang hendak melakukan perjalanan menuju Moa sebelum melanjutkan perjalanan ke Ambon.

Perjalanan tersebut disebut berkaitan dengan rencana korban mendapatkan perawatan medis karena sedang mengalami sakit.

Meski demikian, informasi mengenai kondisi kesehatan korban tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematiannya.

Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan melakukan pendalaman terhadap berbagai informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Tim INAFIS Satreskrim Polres MBD yang dipimpin KBO Satreskrim IPDA Yan Efamutan, S.H., kemudian melakukan identifikasi terhadap korban.

Setelah proses identifikasi awal selesai, jenazah korban dievakuasi dari kapal menuju RSUD Tiakur untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk Visum et Repertum.

Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi

KBO Satreskrim Polres MBD IPDA Yan Efamutan mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum menyimpulkan penyebab pasti meninggalnya korban.

  “Kami masih melakukan penanganan dan pendalaman terhadap peristiwa ini. Jenazah telah dievakuasi ke RSUD Tiakur untuk pemeriksaan medis. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan sehingga penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat disimpulkan,” jelas Yan.

Menurutnya, keterangan saksi yang berada bersama korban sebelum korban ditemukan tidak merespons juga menjadi bagian dari bahan penyelidikan.

Polisi akan mengumpulkan keterangan saksi serta mencermati hasil pemeriksaan medis sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian.

Sementara itu, Kapolres Maluku Barat Daya AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K., menegaskan bahwa jajarannya telah mengambil langkah penanganan secara cepat dan terukur.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

  “Jangan sampai muncul kesimpulan atau informasi yang belum terverifikasi. Penyebab pasti meninggalnya korban akan diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta fakta-fakta yang ditemukan dalam proses penanganan,” tegasnya.

Sinergi Aparat di Wilayah Pelabuhan

Kapolres menambahkan, koordinasi antara kepolisian, Syahbandar, KPPP, pihak pelabuhan dan tenaga medis merupakan bagian penting dalam menangani setiap kejadian yang berkaitan dengan keselamatan pengguna transportasi laut.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara profesional, transparan dan tetap menghormati korban serta keluarga.

Polres MBD juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti meninggalnya R.E masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman kepolisian.

Polres MBD memastikan proses penanganan dilakukan berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: M.E

Editor: Bruce Elang